• Sabtu, 20 Oktober 2018
  • LOGIN
Tak Puas Dengan Proses Ujian Kasipel Desa Beji, 3 Peserta Layangkan Surat Pengaduan

Tak Puas Dengan Proses Ujian Kasipel Desa Beji, 3 Peserta Layangkan Surat Pengaduan

NGAWEN, SABTU PON, infogunungkidul.com -Tiga peserta ujian penjaringan pengisian Kepala Seksi Pelayanan (Kasipel) Desa Beji, Kecamatan Ngawen pada Kamis (05/04), melayangkan surat kepada Camat Ngawen. Ketiga peserta ujian yang gagal tersebut menduga adanya indikasi kecurangan, ketika ujian sedang berlangsung.

Peserta ujian calon Kasipel Pemerintah Desa (Pemdes) Beji diikuti 4 orang pendaftar yaitu Lanjar Lestari warga Padukuhan Banaran RT 04/03, Esthi Novita Dhewi warga Padukuhan Duren RT 01/09, Agus Hertanto, S. Kom warga Padukuhan Beji RT 01/11, dan Age Indra Setyanto warga Padukuhan Ngelo Kidul RT 01/14.

Setelah melalui tahap ujian tertulis dan praktik komputer Age Indra Setyanto sebagai peserta meraih nilai tertinggi dengan angka ujian tulis 58 serta 40 untuk nilai ujian praktik. Jumlah total nilai Age 98 dan dinyatakan sebagai peserta yang lolos untuk menduduki jabatan Kasipel Desa Beji.

Namun selang beberapa hari setelah pelaksanaan ujian ketiga rival Age melayangkan surat kepada Camat Ngawen dengan membeberkan aduan indikasi kecurangan panitia penyelenggara pelaksanaan ujian pengisian Kasipel Desa Beji.

Dalam surat tersebut memuat 4 poin pengaduan indikasi kecurangan diantaranya,
1. Dalam ujian tertulis soal tidak sesuai dengan kisi-kisi soal sehingga peserta merasa bobot soal terlalu sulit untuk dikerjakan.
2. Soal ujian tertulis diduga telah bocor (sebelum/sesudah) soal disusun kepada salah satu peserta sehingga perolehan nilai yang bersangkutan hampir sempurna, dari 60 butir soal hanya salah 2.
3.Dalam pelaksanaan ujian praktik komputer salah satu peserta mendapat perlakuan khusus dimana dalam aturannya, print out hasil praktik seharusnya sekali jadi tetapi peserta yang bersangkutan dibantu salah satu tim penguji dan melakukan print out sampai 3 kali.
4. Panitia Tim Penguji adalah hasil penunjukan langsung Kades, padahal sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Gunungkidul Nomor 44 tahun 2016 pasal 4 ayat 1 berbunyi, dalam rangka penjaringan dan penyaringan atau seleksi calon perangkat desa Kades membentuk Panitia Pelaksana dan Panitia Penguji yang di tetapkan dengan SK Kades. Panitia dan Tim Penguji dibentuk bukan ditunjuk Kades.

Dengan membeberkan 4 poin diatas, 3 peserta yang gagal merasa pelaksanaan pengisian Kasipel Desa Beji dirasa tidak adil. Mereka juga meminta agar dilakukan peninjauan kembali serta evaluasi dari Panitia Pelaksana maupun Camat Ngawen.

Ditemui infogunungkidul di ruang kerjanya, Jumat (13/04) Camat Ngawen Slamet Winarno, S.Sos,MM menjelaskan, pada prinsipnya seluruh proses dan tahapan yang dijalankan Pemdes Beji dalam penjaringan dan penyaringan calon Kasipel telah sesuai prosedur yang ada. Dengan adanya surat aduan tersebut menurutnya tidak akan berpengaruh pada proses pelantikan calon peserta terpilih.

"Surat kita terima tanggal 9 April lalu, jadi selisih 4 hari setelah pelaksanaan ujian, ini bukan berarti kita tidak merespon tetapi itu sudah terlambat, kan berita acara hasil ujian juga sudah di tandatangani," jelas Slamet. (Ag-ig)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE