• Rabu, 18 Juli 2018
  • LOGIN
PRABOWO-JOKOWI BERPERANG, MEDIA TELEVISI SEBAGAI PEMENANG

PRABOWO-JOKOWI BERPERANG, MEDIA TELEVISI SEBAGAI PEMENANG

Prabowo - Jokowi (Foto: Liputan6.com)

 

SENIN LEGIinfogunungkidul.com -Tidak toleran, atau tidak solider, mengakibatkan perbedan kecil mudah berkobar menjadi api permusuhan. Ini bertentangan dengan Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945. Pangkal penyebabnya manusia tidak memahami dua peran tunggal yang harus dimainkan, sebagai abdi dan sebagai utusan. Peran Prabowo-Jokowi hakekatnya sama. Mereka berdua terus berperang, pemenangnya media televisi.

Apapun sukunya, atau apapun agamanya, peran mengabdi dan peran memelihara tanah tumpah darah adalah mutlak sebagai pengikat utama ide Persatuan Indonesia.

Persatuan yang selalu didengungkan, dalam hingar bingar teknologi yang semakin canggih justru tercabik-cabik. Media memanfatkan momentum perdebatan sangar antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo.

Saling caci dan saling serang, yang dibungkus dalam terminologi berbalas patun, oleh media televisi dijadikan komoditas guna menaikkan ratting, dan menarik iklan.

Rakyat jenuh melihat komunikasi politik yang tidak beradab. Rakyat Indonesia tidak menerima manfaat apapun dari model komunikasi politik yang dipamerkan Prabowo-Jokowi. Tidak pernah disadari, bahwa televisilah yang menangguk rupiah dari silat lidah gaya Prabowo-Jokowi.

Cara komunikasi seperti itu mengingatkan peristiwa sejarah terbelahnya laut, ketika Nabi Musa dikejar pasukan Raja Firaun. Bedanya, Nabi Musa dalam prespektif menyelamatkan ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa, sementara Prabowo-Jokowi menyelamatkan paham atau ajarannya masing-masing.

Sejak 2014 keterbelahan bangsa itu terlihat makin nyata dan makin tajam. Terlebih 2018-2019, Persatuan Indonesia menjadi barang langka.

Manusia Indonesia mulai tidak adil dan tidak beradab?. Atau manusia Indonesia mulai tidak berketuhanan? Pertanyaan ini relevan, ketika media sosial dijadikan ladang perburuan musuh yang sesungguhnya adalah kawan sebangsa dan setanah air.

Sampai 2024 Negeri ini akan makin tercabik-cabik? Itu tergantung pada kualitas wakil yang terpilih.

“Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya,” demikian sebaris kalimat pada mars pemilihan umum. (Bambang Wahyu Widayadi)

 


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE