• Selasa, 25 September 2018
  • LOGIN
Peresmian Sekolah Siaga Bencana Ditandai Simulasi Gempa Bumi dan Tanah Longsor

Peresmian Sekolah Siaga Bencana Ditandai Simulasi Gempa Bumi dan Tanah Longsor

Peresmian SMA N 1 Patuk sebagai sekolah siaga bencana (istimewa)

 

PATUK-SELASA WAGE-infogunungkidul.com-Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (SMA N 1) Patuk, Selasa (24/04), ditetapkan sekaligus diresmikan sebagai salah satu Sekolah Siaga Bencana, oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penetapan dan peresmian ditandai dengan kegiatan simulasi gempa bumi dan tanah longsor.

Mujiyono Kepala Sekolah SMA N 1 Patuk mengatakan, sekolah ini berada di wilayah perbukitan batur agung atau zona utara. Sehingga tepat menurutnya, sekolah ini dijadikan salah satu sekolah siaga bencana. Sedikitnya 350 siswa, dan 47 pegawai SMA 1 N Patuk, jelasnya, dilatih untuk tanggap, tangkas, dan tangguh bila bencana terjadi secara tiba-tiba. Menurut dia, program Sekolah Siaga Bencana ini merupakan aset.

"Para siswa semakin sadar potensi gempa bumi yang sewaktu-waktu bisa terjadi, sehingga dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa maupun harta benda," jelasnya.

Cara yang efektif, demikian dia menjelaskan, untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan menyikapi hal tersebut, maka perlu diajarkan pendidikan kebencanaan di sekolah.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan, sedikitnya terdapat 2.906 dari 5.297 sekolah, berada di wilayah rawan bencana.

"Adapun potensi bencana yang mungkin terjadi diantaranya banjir, tanah longsor, dan gempa bumi," lanjutnya.

Dikatakanya, bahwa hingga tahun 2017, di DIY telah berdiri 71 sekolah berada di wilayah rawan bencana, 6 diantaranya berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Harapanya, dengan cara melatih masyarakat untuk bisa memahami karakter bencana, maka masyarakat bisa mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadinya bencana,

"Mengingat DIY memiliki potensi terjadinya bencana, sehingga semua harus dipersiapkan, dan harus menjadi bagian kearifan lokal masyarakat," tambahnya.

Dengan program ini kedepan para siswa diajarkan bagaimana penanggulangan bencana sejak dini. Pendidikan kebencanaan yang ditanamkan sejak dini, menurutnya merupakan hal penting dalam upaya mengurangi resiko bencana, apalagi anak didik merupakan kelompok rentan terhadap bencana. Sehingga Sekolah Siaga Bencana ini dapat menjadi salah satu solusi. (wp/ig)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE