• Selasa, 25 September 2018
  • LOGIN
Polemik Pengisian Perangkat Desa Beji, Camat Ngawen Yakin Rekomendasi Sesuai Aturan

Polemik Pengisian Perangkat Desa Beji, Camat Ngawen Yakin Rekomendasi Sesuai Aturan

Penilaian ujian praktek Kasipel Desa Beji (ist)

NGAWEN-Sabtu Pon-infogunungkidul.com-Polemik ujian pengisian perangkat desa Kepala Seksi Pelayanan (Kasipel) Desa Beji Kecamatan Ngawen terus berlanjut hingga berujung pelaporan oleh salah satu peserta ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Gunungkidul. Slamet Winarno, S. Sos. MM, Camat Ngawen akhirnya angkat bicara. Ia meyakini prosedur rekomendasi pelantikan peserta terpilih telah sesuai aturan.

BACA: Kades Beji Tak Tahu Surat Aduan, Camat Ngawen Membisu Soal Laporan Polisi

Slamet juga menampik adanya tudingan bahwa pihak Pemerintah Kecamatan Ngawen tidak merespon keluhan dari peserta terkait indikasi kecurangan saat pelaksanaan ujian berlangsung.

BACA: 

- Tak Puas Dengan Proses Ujian Kasipel Desa Beji, 3 Peserta Layangkan Surat Pengaduan

- Polemik Pengisian Perangkat Desa Beji, Kades Menyatakan Tidak Tahu

Camat Tidak Terpengaruh Aduan, Pelantikan Kasipel Desa Beji Tetap Akan Dilaksanakan

Namun demikian dia mengakui, memang pihaknya tidak memanggil secara khusus kepada 3 peserta pengadu. Slamet beranggapan tidak perlu melakukan pemanggilan karena semua prosedur telah dilaksanakan oleh desa dengan benar sesuai regulasi yang ada.

"Peserta sebenarnya telah datang ke kecamatan dan sudah ditanggapi oleh bagian Kepala Seksi Tata Pembangunan, bila kuluhan yang disampaikan disertai bukti pastinya kita bisa menindaklanjuti tetapi ini kan hanya sebatas asumsi indikasi," jelasnya, (Jumat, 27/04).

BACA:

- Sempat Terjadi Polemik, Pelantikan Kasipel Berlangsung Lancar dan Tertib

Kasipel Desa Beji Resmi Dilantik, 1 Peserta Belum Cabut Aduan

Lebih lanjut dia menyampaikan, bahwa dari awal proses, pihak kecamatan turut hadir mengawal dan proses pelaksanaan penjaringan pengisian banyak pihak yang mengawal termasuk para peserta.

Suasana seleksi Kasipel Desa Beji (ist)

Menanggapi adanya aduan peserta keranah Unit Tipikor, Camat Ngawen tidak mempermasalahkan, menurutnya itu adalah hak setiap warga. Namun dia menyayangkan atas tindakan yang dilakukan oleh peserta karena yang bersangkutan juga bagian dari Pemerintah Desa Beji.

"Silahkan saja melapor yang pasti semua tahapan telah sesuai prosedur perundangan yang ada, peserta juga telah menandatangai berita acara penerimaan hasil ujian," ungkapnya.

BACA: Babak Baru: Dugaan Kecurangan Ujian Kasipel Desa Beji, Agus Lapor ke Polisi

Sementara itu Agus Hertanto salah satu peserta ujian Kasipel Desa Beji menyampaikan, memang benar semua peserta sudah tanda tangan berita acara, tetapi apakah peserta yang juga bagian dari masyarakat tidak boleh meminta evaluasi karena merasa adanya indikasi kecurangan.

"Kita kan mengajukan evaluasi berdasarkan hasil pencermatan dan kejanggalan yang kita rasakan bersama," jelasnya.

Dia juga menjelaskan, pada hari H pelaksanaan ujian semua peserta belum bisa berfikir dan menelaah permasalahan dengan baik, karena masih dalam keadaan underpresure merasakan beban ujian yang aneh dan belum punya pengalaman menghadapinya.

"Kalo berita acara itu dijadikan senjata untuk menolak permohonan kami, ya itu menurut saya malah menunjukkan bahwa Camat tidak bijaksana dlm mengayomi warganya," pungkas Agus.

Reporter: Ag/ig


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE