• Kamis, 15 November 2018
  • LOGIN
Kanker Serviks Pembunuh Nomor Satu, Puskesmas Tanjungsari Lakukan Pemeriksaan IVA

Kanker Serviks Pembunuh Nomor Satu, Puskesmas Tanjungsari Lakukan Pemeriksaan IVA

TANJUNGSARI-Minggu Wage-infogunungkidul.com—Kanker serviks (kanker leher rahim) mengancam kaum perempuan. Di dunia, penyakit ini menjadi pembunuh nomor satu bagi wanita. Sayangya masih banyak yang enggan untuk melakukan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebagai sarana deteksi dini penyakit kanker leher rahim.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Puskesmas Tanjungsari digelar pemeriksaan IVA secara gratis. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Nanik Taufik Hanif, tujuan dilaksanakannya pemeriksaan IVA adalah deteksi dini dan penyelamatan ibu-ibu asal Tanjungsari dari ancaman penyakit kanker serviks.

“Tercatat ada 85 ibu-ibu yang tergabung di Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Tanjungsari menjalani pemeriksaan,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan istri Komandan KODIM 0730 Gunungkidul ini, dengan dilakukannya pemeriksaan IVA, maka jika ditemukan ada gejala pasien mengidap kanker serviks bisa segera dilakukan rujukan untuk penanganan lebih lanjut dan meminimalisir kematian ibu akibat penyakit kanker mulut rahim atau serviks.

“Dalam moment Hari Kartini ini, kita ingin ibu-ibu sehat dan terbebas dari ancaman penyakit kanker serviks,” pungkasnya.

Sementara itu menurut Kepala UPT Puskesmas Tanjungsari, Suwarto S.ST, minat masyarakat untuk melakukan pemeriksaan IVA di wilayahnya tergolong minim.

“Sudah kita lakukan sosialisasi, dijelaskan tentang bahaya ancaman penyakit kanker mulut rahim, tetap saja banyak yang tidak mau,” jelasnya.

Menurut Purwanti A.Md, Penyebab minimnya minat para ibu melakukan pemeriksaan IVA, berdasarkan beberapa faktor diantaranya tidak memahami pentingnya alat reproduksi wanita hingga rasa malu akibat pemeriksaan organ vital oleh bidan, hingga anggapan kalau periksa IVA mahal biayanya.

“Akibatnya bisa fatal, sebab sering terjadi kasus kanker serviks terdeteksi sudah pada stadium lanjut. Padahal jika sudah terdeteksi IVA maka ancaman penyakit ini bisa ditanggulangi,” paparnya.

Dalam pemeriksaan IVA, sambung Purwanti, ibu-ibu diperiksa organ intimnya menggunakan asam cuka. Jika kondisinya normal, maka dipastikan ibu tersebut sehat. Namun jika ada bercak putih, ada kemungkinan organ intim tersebut kotor hingga timbulnya gejala kanker serviks. (Gaib)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE