• Senin, 23 Juli 2018
  • LOGIN
Suami Sibuk Genjot Pedal, Istri Dirumah Digenjot Orang

Suami Sibuk Genjot Pedal, Istri Dirumah Digenjot Orang

WONOSARI-Senin Kliwon-infogunungkidul.com-Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Kerjanya hanya jadi tukang becak, tapi istri Hamdi, 24, lumayan cantik. Kebetulan ada anak muda tetangga yang openan, sehingga Yulia, 22, ini pun punya PIL di masa-masa pengantin baru. Paling tragis dan ironis,dikala suami malam-malam cari penumpang, dirumah istri ”digenjot” Somad, 25, tetangganya.

Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. Maka jangan heran, yang pegawai rendahan malah bininya bak artis sinetron. Sebaliknya bisa saja, pejabat yang punya titel seabreg, istrinya malah jelek bak kucing kudisan diraupi. Lagi-lagi, jodoh, rejeki dan pati adalah di tangan Yang Di Atas sana.

Adalah Hamdi, warga Banguntapan, Bantul. Sejak 6 bulan lalu dia berhasil mempersunting wanita jelita asal Ponjong, Gunungkidul bernama Yulia. Penduduk pun banyak yang heran. Kalau tidak pakai dukun, tentu timses Hamdi sangat piawai, sehingga elektabilitas tukang becak itu meningkat dengan drastis. Dan kata teman-teman dekat Hamdi, dugaan itu benar adanya. Pesaing Hamdi dulu PNS bahkan Polisi dan TNI yang sudah mapan secara ekonomi, tapi karena kena kampanye hitam dan visi misinya tak realistis, malah tak dipilih Yulia.

Kenapa Yulia memilih Hamdi? Katanya karena dia merakyat. Lha iyalah, karena dia memang rakyat biasa. Katanya pula, Hamdi ini pejuang ekonomi kerakyatan. Ya jelas, karena memang dia sebagai rakyat terus berjuang memperbaiki ekonominya lewat pancalan pedal. Dan karena kesibukan tersebut, Yulia yang cantik itu di rumah justru jarang dikeloni, gara-gara Hamdi banyak tidur di becak cari penumpang.

Sejak menikah, Yulia diboyong Hamdi ke Jogja dan kontrak rumah sendiri.Di dekat rumah kontrakan Yulia, tinggal anak muda kuliahan, Somad namanya. Sebetulnya dia sudah lama memperhatikan kecantikan istri Hamdi ini. Sayang amat ya, istri yang begitu aduhai, malah dapat suami yang sama sekali tak bisa menjanjikan apa-apa secara ekonomi. Alasan cinta sih bolah-boleh saja, tapi apa orang hidup selamanya akan kenyang dengan makan cinta?

Bak Capres saja laiknya, Somad ingin mengubah keadaan. Dengan motto ”Yulia Bangkit” mulailah dia mendekati bini Hamdi yang kurang kasih sayang dan ekonomi itu. Awalnya sekedar ngobrol-ngobrol biasa saja, yang ringan-ringan, belum sampai ke visi dan misi. Tapi rupanya Yulia memang memberi respon positif akan kehadirannya. Terbukti dia tak pernah bosan mendengarkan obrolan-obrolannya di ruang tamu.

Sejak itu Somad mulai intensif menggarap Yulia. Pelan tapi pasti dia mulai melemparkan visi dan misinya bahkan sedikit dibumbui kampanye hitam tentang Hamdi. Hasilnya, Yulia mulai terpikat. Yang unik, sementara Yulia belum menentukan sikap secara jelas, Somad justru sudah bangkit sendiri. Karenanya, untuk pertama kalinya dia berhasil berkoalisi dan langsung eksekusi, yang kata almarhum Sutan Bathugana jika melihatnya: masuk itu barang!

Praktek mesum itu kemudian menjadi rutinitas, sehingga tetangga mengingatkan Hamdi untuk jangan terlalu sibuk narik becak di seputaran Pasar Beringharjo. Uruslah istri di rumah, jangan terlalu fokus pada kerja kerja dan kerja. Sesuai saran para tetangga, beberapa hari lalu dia mencoba pulang lebih cepat. Ternyata dia menemukan pemandangan yang sungguh di luar dugaan. Di kala dia sibuk mengantar penumpang di jalan-jalan kota Yogyakarta, justru istrinya digenjot tetangga sendiri.

Hamdi segera lapor RT/RW dan kemudian disidangkan. Dalam pemeriksaan Somad mengakui segala perbuatannya. Dia terus terang bilang bahwa sudah kadung cinta pada Yulia. Karenanya nanti bila Hamdi sudah menceraikan, dia siap menikahi.

”Saya ingin membahagiakannya, sesuatu yang selama ini mungkin tak diperolehnya,” kata Somad tanpa malu-malu.

Oaalah Yul, Ditinggal cari penumpang, malah ”ditumpangi” tetangga. (Gaib)


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE