• Kamis, 19 Juli 2018
  • LOGIN
Warga Wonolagi Terisolasi, Butuh Jembatan

Warga Wonolagi Terisolasi, Butuh Jembatan

Jembatan darurat tempat penyeberangan warga Wonolagi

PLAYEN-Rabu Pon-infogunungkidul.com-Pasca bencana banjir yang melanda Gunungkidul tahun 2017 lalu, mengakibatkan masyarakat Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen, sangat terisolasi. Jembatan gantung Prahon Wonolagi Gunungkidul yang menghubungkan Desa Wonolagi dengan Desa Kalinampu, Kecamatan Patuk, hanyut terbawa arus sungai Oya sehingga masyarakat kesulitan untuk berhubungan dengan masyarakat luar.

Melalui tangan dingin anak-anak dari Universitas Gajah Mada, mereka kembali membuka akses dengan membuat perahu sederhana dan tali pengait untuk menyeberang masyarakat sekitar.

"Sementara masyarakat menggunakan perahu untuk bisa keluar, bekerja, sekolah, belanja, atau sekedar pergi ke ladang" jelas Sertu Sakun, Babinsa Desa Ngleri, Rabu, (23/05).

Sakun menjelaskan, perahu dan tali pengait inilah satu-satunya akses yang bisa membantu warga. Karena untuk melalui jalur darat, msyarakat harus memutar, melewati Desa Gading, Playen yang jaraknya kurang lebih 13 kilometer.

Namun masalah akan timbul lagi, menurutnya, jika musim hujan, sungai Oya pasti banjir dan ini akan sangat berbahaya. Hanya dengan tali dan perahu sederhana tentu keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan. Tidak jarang, masyarakat harus berputar dengan berjalan kaki selama 3 sampai 4 jam untuk dapat melintasi sungai.

"Kadang kami mencoba membantu warga untuk menyeberang, itu sebagai bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat," ujarnya.

Dengan perahu seadanya, dan berpegangan tali yang dikaitkan diantara tepian sungai, tidak jarang dari masyarakat yang ketakutan karena perahu bergoyang-goyang terkena arus sungai.

"Perahu terbuat dari drum dengan alas papan kayu, diset sedemikian rupa membentuk perahu sederhana," terang Sakun.

Harapanya, pemerintah segera membangunkan jembatan sehingga akses menuju luar daerah akan semakin mudah dan aman. Dengan dibangunnya kembali jembatan, diharapkan kesenjangan kemiskinan dapat dikurangi dan kesejahteraan masyarakat pun dapat terangkat. (wp)

MASTER FEDORA: Takjil Gratis, Bulan Puasa Buka 14.00-22.00.WIB. Jl. Wonosari-Panggang KM 24, Jetis Saptosari Gunungkidul. HP. 087780043215

 


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE