• Senin, 16 Juli 2018
  • LOGIN
Ditemukan KTP Elektronik Palsu, Ditjen Dukcapil Panen Olok-Olok

Ditemukan KTP Elektronik Palsu, Ditjen Dukcapil Panen Olok-Olok

WONOSARI-Sabtu Pon-INFOGUNUNGKIDUL.com - Eko Subiantoro, Kepala Disdukcapil Gunungkidul ditugasi Kementerian Dalam Negeri, dalam Hal ini Ditjen Dukcapil untuk menghentikan olok-olok terkait kecurigaan ditemukannya KTP elektronik palsu yang jatuh di tengah jalan beberapa saat lalu.

“Beredar Uang Palsu, tidak ada yang menyalahkan BI. Ditemukan ijazah palsu, tidak ada yang menyalahkan sekolah. Banyak merek palsu, tak ada yang ngomel ngomel ke pabriknya. Banyak obat palsu, tidak ada yg memprotes ke industrinya. Giliran ditemukan KTP-EL palsu, semua rame-rame menyalahkan Ditjen Dukcapil dan Disdukcapil. Apa salahmu Dukcapil,” demikian Eko Subiantoro melempar pertanyaan retoris, (1/5).

Nada kesal ditanggapi oleh berbagai kalangan. Salah satu di antaranya adalah anggota DPRD DIY dari Fraksi Golkar, Slamet, S.Pd. MM.

“Dampak yang ditimbulkan akibat KTP palsu sangat luar biasa pak Eko Subiantoro. Jalan ke mana saja yang ditanyakan pasti identitas, tak soal uang. Seperti yang sering Bapak sampaikan arti penting sebuah dokumen kependudukan,” ujar Slamet.

Dari kacamata yang berbeda, keluhan Ditjen Dukcapil terlihat berlebihan, karena lupa melihat konteks mengapa olok-olok itu terjadi.

Pemerintah saat ini sedang dalam posisi kurang disenangi. Obat palsu karena pabriknya banyak, yang mau mebully bingung. Uang palsu, karena sering terjadi dan terbukti dilakukan oleh pihak tertentu, maka Bank Indonesia selamat dari dari caci maki.

Pemalsuan KTP-el baru terjadi sekali. Secara kebetulan Setya Novanto dan oknum Ditjen Dukcapil dibekuk dan dijebloskan KPK ke hotel prodeo. Sebab itu menjadi logis jika institusi Dukcapil menjadi bulan-bulanan publik.

Ditjen Dukcapil safari ke berbagai stasiun televisi bermaksud menangkis dan menghentikan bullyan masyarakat. (Agung)

 


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE