• Rabu, 14 November 2018
  • LOGIN
INDONESIA BUTUH SOSOK PENGUASA YANG MEMILIKI EMPAT KARAKTER

INDONESIA BUTUH SOSOK PENGUASA YANG MEMILIKI EMPAT KARAKTER

WONOSARI, INFOGUNUNGKIDUL.com, (Kamis Pahing)-Manusia, apa pun jabatannya, senantiasa dalam posisi merugi. Mereka bisa terbebas dari segala macam kerugian, manakala mau melakukan empat perkara. Manusia yang mampu mengimplementasikan 4 karakter sekaligus, dipastikan bakal menjadi penguasa/ pemimpin yang alim.

Abdullah Gymnastiar, ulama yang akrab dipanggil Aa Gym. Dalam satu kesempatan ceramah mengatakan, waktu yang diberikan Allah SWT kepada manusia, mulai dari presiden hingga rakyat jelata adalah sama. Sehari semalam jatah waktu untuk semua orang adalah 24 jam.

Berpijak dari pikiran Aa Gym, berdasarkan realita, manusia di seluruh dunia tidak ada yang bisa menyentuh puncak putaran waktu hingga angka 24.00.

Dalam materi yang berbeda, dai sejuta umat, Zainudin MZ almarhum pernah menyatakan, bahwa kehidupan manusia di dunia ini adalah perniagaan.

Menjadi Presiden, anggota DPR, Menteri, Gubernur, Bupati/ Walikota, PNS, Usahawan hingga petani dan tukang becak, seluruhnya dalam koridor berniaga.

Menyimak jam digital, perniagaan yang dilakukan manusia adalah dalam batas yang selalu merugi. Tidak satu pun manusia seantero jagat yang mampu menyentuh angka 24.00. Sampai titik 23.59, mendadak angka itu berubah 00.00. Jam digital tak pernah menunjuk angka 24.00.

Ini merupakan lambang, bahwa perniagaan harus diulang dari titik 00.00, karena selalu ada yang dirasa belum beres (masih kurang/ masih merugi).

Dalan kaitannya dengan kebelumberesan (kerugian) itu, pada Al-Asr 103, Ayat 2, Allah SWT berfirman, "Sungguh, manusia berada dalam kerugian."

Dalm perniagaan di segala lini kehidupan, manusia selalu merugi. Betapa pun manusia itu dalam keadaan merugi, Allah SWT masih memberi kemurahan.

"Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran," QS. Al-Asr 103, Ayat 3.

Implemtasi di bidang kekuasaan, terkait dengan pesta demokrasi lima tahunan, rakyat Indonesia membutuhkan penguasa yang beriman, penguasa yang mengerjakan kebajikan, penguasa yang saling menasihati untuk kebenaran dan penguasa yang saling menasihati untuk kesabaran.

Rakyat tidak membutuhkan penguasa (pemimpin) yang bertolak belakang dengan karakter sebagaimana ditetapkan Allah SWT. Terlebih lagi, tidak pernah mimpi punya pemimpin yang terlalu sensitif terhadap isue yang justru memperlemah kebersamaan.

Bambang Wahyu Widayadi


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE