• Rabu, 19 September 2018
  • LOGIN
PWRI Tolak Keras Perkara Wartawan MY Dihentikan

PWRI Tolak Keras Perkara Wartawan MY Dihentikan

JAKARTA, INFOGUNUNGKIDUL.com, (Rabu Pon)-Isue yang berkembang bahwa Kejari Kotabaru akan menerbitkan SP3 atas perkara wartawan MY dan tidak akan menggelar persidangan lanjutan, dengan alasan terdakwa MY telah meninggal dunia. Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) menolak keras rencana penerbitan SP3 atas kasus tersebut.

Seperti dikutip Sinar Pagi Baru yang diunggah hari ini, Rabu (27/06), Ketua II Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), Rinaldo menyampaikan penolakannya jika perkara MY diberikan SP3 oleh Kejaksaan Negeri Kotabaru.

Baca: Buntut Wartawan Meninggal, Para Juru Warta akan Melakukan Aksi

Ia meminta kepada Dewan Pers, Kepolisian, Kejaksaan dan Mahkamah Agung berpikir keras agar mengalihkan perkara yang menyidangkan terdakwa wartawan MY di Pengadilan Negeri Kotabaru, Kalimantan Selatan menjadi Delik Pers. Hal itu ia minta agar kematian MY menjadi kebanggaan anak, cucu dan keluarga MY bahwa MY bukan pelaku tindak kriminal.

Sidang perkara yang dijerat kepada MY adalah sangkaan Pasal 45A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Adapun ancamannya pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar, lantaran karya tulisnya sebagai wartawan di online kemajuanrakyat.co.id.

Rinaldo juga menyampaikan bahwa kemajuanrakyat.co.id memiliki badan hukum yang jelas sebagai portal media, mulai dari Akta Pendirian, legalisasi Kementerian Hukum dan HAM, Tanda Daftar Perusahaan, dsb.

"Sedangkan status MY sebagai wartawan sesuai amanat UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 1, pasal 7 dan pasal 8," jelasnya, usai mengikuti acara silahturohim ketua-ketua organisasi wartawan di Menteng, Jakarta Pusat.

Baca: Seribu Tandatangan Aksi Solidaritas Atas Meninggalnya Wartawan M. Yusuf

Sangat naif dan terlalu sekali bila institusi pelindung kebebasan pers yakni Dewan Pers kalau beranggapan MY bukan wartawan.

Ia mengakui, MY belum mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), akan tetapi MY pada bulan Agustus 2017 ikut Simulasi UKW yang dilaksanakan oleh Redaksi Sinar Pagi Baru bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat di Kota Bandung sebagai persiapan untuk mengikuti ujian UKW.

Mengenai UKW ini, bukan patokan juga MY bukan wartawan, lantaran dasar hukum penentuan seseorang itu wartawan atau tidak adalah UKW tidak ada dalam UU No.40/1999.

"Bahkan ada organisasi wartawan di Jakarta yang sedang dalam proses persidangan menggungat Dewan Pers atas kesewenangan Dewan Pers menentukan hal itu, jelasnya.

“Untuk itu, saya meminta kepada pelaksana-pelaksana yang menjalankan roda pemerintahan negeri kita untuk mengalihkan kasus perkara persidangan MY di PN Kotabaru menjadi Delik Pers”, pinta Rinaldo yang juga sebagai pimpinan Redaksi Sinar Pagi Baru ini.

Baca: Waspadai, Oknum Wartawan Mengaku Dari Media Online Kumparan

Ada dua hal yang menjadi pertaruhan dalam permintaannya itu. Pertama adalah agar anak, cucu dan keluarga almarhum bangga dengan kematian MY bahwa MY adalah seorang wartawan bukan pelaku tindak kriminal. Kedua, kebebasan pers dan perlindungan bagi wartawan yang berhadapan dengan hukum dimanapun bahwa Pers punya kekhususan dalam hukum atau lexspecialist.

"Jika permintaannya itu tidak dilaksanakan, maka silahkan anda sebagai manusia yang punya hati nurani, punya keluarga, menilainya sendiri, ungkapnya.

"Saya menolak denga tegas, jika Kejaksaan Negeri Kotabaru menganggap enteng kasus ini dengan memberikan SP3 lantaran terdakwa MY meninggal dunia," terangnya.

Ditambahkan Rinaldo, bila sudah menjadi delik pers, maka apapun hasil atau kesimpulannya MY salah atau benar dalam pemberitaan, yang terpenting kematian MY menjadi kebanggaan bagi keluarganya.

Diketahui, JPU (Jaksa Penuntut Umum) belum membacakan tuntutan karena persidangan masih memeriksa ssaksi-saksi. Dan beredar kabar bahwa Kejari Kotabaru akan menerbitkan SP3 kepada kasus perkara MY dan tidak akan menggelar persidangan lanjutan, dikarenakan terdakwa MY telah meninggal dunia. (Jk)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE