• Minggu, 18 November 2018
  • LOGIN
Giliran Kades Pacarejo Geram Keluhkan Pelayanan PDAM Tirta Handayani

Giliran Kades Pacarejo Geram Keluhkan Pelayanan PDAM Tirta Handayani

SEMANU, INFOGUNUNGKIDUL.com, (Sabtu Legi)-Pasca dihidupkannya kembali sumber air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Gunungkidul di sumur bor Wilayu 1 dan 2 Desa Pacarejo bukan membawa dampak bagus bagi masyarakat pelanggan namun malah sebaliknya. Atas kejadian itu Kapala Desa (Kades) Pacarejo Suhadi merasa geram karena saat ini masyarakat di wilayahnya justru tidak terlayani aliran air bersih dengan baik.

Baca juga:
Dinilai Merugikan Masyarakat PDAM Tirta Handayani Ingkar Janji

Dijelaskan Suhadi, dua sumber air sumur bor PDAM berada di Padukuhan Wilayu sejatinya sudah lama mati. Oleh pemerintah desa setempat pada waktu itu ingin diambil alih untuk dikelola desa sebagai sumber Pamdes namun tidak diperkenankan oleh pihak PDAM Tirta Handayani.

PDAM beralasan antara biaya operasional dengan debit air yang dihasilkan tidak sebanding. Faktanya diawal tahun 2018 PDAM menghidupkan kembali dua sumber air tersebut tanpa pemberitahuan ke pihak desa maupun sosialisasi warga masyarakat sekitar.

Terganggunya suplai aliran air PDAM pasca dihidupkan 2 sumber air Wilayu, menurut Suhadi sempat menjadikan keresahan warga masyarakat. Warga bahkan sepakat untuk meminta kompensasi kepada pihak PDAM dan juga akan menyampaikan aspirasi demo ke PDAM.

"Warga sudah ada yang melapor saya untuk melakukan demo ke PDAM, namun masih bisa saya tahan. Sampai detik inipun dari pihak PDAM belum ada yang memberi penjelasan ke desa, padahal saat pengerjaan sumur bor di hidupkan saya sudah perintah utusan ke pelaksana proyek agar pihak PDAM sosialisasi sehingga tidak ada gejolak masyarakat nantinya," jelas Suhadi.

Baca juga:
Suasana Lebaran, Warga Jatiayu Keluhkan Pelayanan Aliran Air PDAM

Lebih lanjut dia menjelaskan, setidaknya ada beberapa padukuhan yang terdampak diantaranya Padukuhan Wilayu, Jasem, Kentheng dan Ngelak.

Rumor yang berkembang di masyarakat Pacarejo, dihidupkannya 2 sumber PDAM Wilayu 1 dan 2 ada indikasi bahwa pihak PDAM melayani pesanan pihak swasta yang saat ini mendirikan perusahaan ternak di Padukuhan Tonggor.

Hal tersebut dirasa masyarakat, semestinya dengan di hidupkan 2 sumber sumur bor PDAM akan semakin memperlancar aliran jaringan air bagi pelanggan bukan seperti fakta yang ada malah sebaliknya. (Ag/ig)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE