• Selasa, 18 September 2018
  • LOGIN
Sudah Sesuai Kesepakatan, Inilah Penjelasan Supriyadi Terkait Polemik SMK Kesehatan

Sudah Sesuai Kesepakatan, Inilah Penjelasan Supriyadi Terkait Polemik SMK Kesehatan

Supriyadi pendiri sekaligus pembina SMK Kesehatan Giri Handayani.
(Foto: INFOGUNUNGKIDUL.com/ag)

WONOSARI, INFOGUNUNGKIDUL.com, (Minggu Pahing)-Santernya pemberitaan hampir di semua media Online Gunungkidul terkait pembongkaran atap pada salah satu ruang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Giri Handayani di Jalan Nusantara 12, Ledoksari, Kepek, Wonosari, inilah penjelasan rinci Supriyadi, Sabtu (30/06).

Baca juga:
R 1 Bribin Terbakar, Jrakah Tanjungsari Belum Menikmati Aliran PDAM

Meskipun dalam pemberitaan selama ini tidak semuanya sesuai fakta yang ada namun Supriyadi menanggapi dengan santai. Kepada INFOGUNUNGKIDUL dia menjelaskan, berawal pendirian kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Catur Sakti Yogyakarta di Gunungkidul pada tahun 2015 lalu, yang menyewa lahan serta gedung adalah STKIP Catur Sakti kepada Yayasan Bhinakarya.

Pada awal pendirian STKIP di Gunungkidul, kondisi lahan serta gedung milik Yayasan Bhinakarya sangatlah memprihatinkan, namun atas keyakinan dan sikap membangun yang dia miliki, Supriyadi rela merogoh kocek pribadi untuk melakukan renovasi sehingga akhirnya bagunan layak untuk ditempati dan dijadikan tempat pembelajaran.

Selain mendirikan STKIP Catur Sakti di Gunungkidul dia juga merintis Ledoksari Training Center (LTC) sebagai lembaga training atau kursus. Kemudian saat bersamaan SMK Giri Handayani Panggang ternyata tidak memiliki siswa, pihak SMK berkomunikasi dengannya dan akhirnya SMK Giri Handayani dipindahkan ke Ledoksari.

Setelah proses pengurusan perijinan dan lain sebagainya selesai Supriyadi mendirikan SMK Kesehatan Giri Handayani seperti yang ada saat ini.

Baca juga:
Giliran Anggota IKG Keluhkan Iven Balik Jakarta Bareng Puskominfo Gk

"Pendiri pembina SMK Kesehatan Giri Handayani itu saya, untuk Kepala. Sekolahnya adalah bu Dra. Hj. Jirhana, M. Pd. Jadi yang komentar dimedia terkait apa yang terjadi saat ini adalah tidak tahu menahu dia hanyalah orang baru yang tidak tahu persis sejarahnya seperti apa," jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, agar sekolah mampu berkreasi dan berinovasi dengan bebas maka dia menyampaikan ke kepala sekolah bahwa posisi Supriyadi cukuplah sebagai dewan pembina dan penasehat saja, dengan catatan apabila ada kebijakan yang bersifat strategis agar dia dilibatkan.

Namun faktanya selama kurun waktu hampir 3 tahun berjalan, Supriyadi sebagai orang yang mendirikan SMK Kesehatan Giri Handayani justru tidak pernah diajak komunikasi dan berembuK mengatur kebijakan lainnya. Atas dasar itu dia hanya ingin mengambil kembali sedikit aset yang pernah di inveskan pada SMK Kesehatan.

"Sebelum saya mengutus tukang untuk membongkar saya sudah berkomunikasi dengan pihak sekolah maupun komite, jadi tidak benar bila pembongkaran dilakukan secara sepihak apalagi mengganggu proses pembelajaran, saya sangat tahu diri. Saat pembongkaran awalpun kepala sekolah juga komite hadir mendampingi," jelasnya.

Atas peristiwa dan kabar yang memojokkan dirinya, Supriyadi bahkan mengundang kepada pihak-pihak yang sempat berkomentar di media yang tidak benar pernyataannya untuk diajak diskusi menjelaskan duduk persoalannya.

Baca juga:
Giliran Kades Pacarejo Geram Keluhkan Pelayanan PDAM Tirta Handayani

"Saya berharap mereka yang bicara asal itu bisa memberikan klarifikasi. Dia bicara atas nama pribadi atau sekolah, kapasitasnya sebagai apa? SMK Kesehatan Giri Handayani itu tidak punya aset berupa gedung, SMK hanya status minjam ke STKIP yang mana STKIP nyewa ke Yayasan Bhinakarya, karena kebaikan STKIP, SMK Giri Handayani bisa menggunakan ruangan untuk pembelajaran," pungkasnya.

Supriyadi menyesalkan atas komentar di media, sehingga ia minta klarifikasi maupun pertanggungjawabannya. Ia juga mengatakan, dalam waktu dekat segera akan mencarai orang yang telah berani komentar dan menyudutkan dirinya. (Ag)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE