• Sabtu, 17 November 2018
  • LOGIN
M. Yusuf Dipidanakan atas Rekomendasi Dewan Pers, Jadi Bumerang

M. Yusuf Dipidanakan atas Rekomendasi Dewan Pers, Jadi Bumerang

Foto: Istimewa.

LIVE Tembang Abadi Koes Plus/Koes Bersaudara bersama NUSANTARA JOGJA BAND

di

MASTER FEDORA CHICKEN

5 Juli 2018, pukul 18.30 s.d 22.00. WIB. Request tembang kenangan, barat lama, campursari komplit......Jl.Wonosari-Panggang KM 24, Jetis Saptosari Gunungkidul. *HP. 087 780 043 215*

JAKARTA, INFOGUNUNGKIDUL.com(Senin Pon)-Kasus M. Yusuf dipidanakan atas rekomendasi Dewan Pers mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan Pers. Ujungnya bumerang bagi Dewan Pers.

Baca juga:
Hakim PN Kotabaru Resmi Tutup Perkara Wartawan Media Online M Yusuf

Dikutip dari https://youtu.be/mmsl1OfvEvA, wartawan media online Sinar Pagi Baru dan Kemajuan Rakyat M Yusuf diketahui meninggal di Lapas Kota Baru Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, almarhum Yusuf didakwa JPU telah melanggar Pasal 45A UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 45 ayat (3). Ancaman penjara maksimal dalam Pasal 45A adalah 6 tahun penjara dan/atau denda Rp 1 miliar. Sedangkan, Pasal 45 ayat (3), mengandung ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan/atau denda maksima Rp 750 juta.

Baca juga:
PWRI Tolak Keras Perkara Wartawan MY Dihentikan

Dalam proses persidangan, JPU memang belum sempat membacakan surat tuntutan. Namun M Yusuf sudah dinyatakan meninggal di dalam Lapas Kota Baru.

Hal inilah yang menyulut kemarahan ratusan wartawan yang saat ini akan menggugat Dewan Pers terkait dengan tugas dan fungsi sebagai lembaga pelindung profesi wartawan dalam melakukan proses pemberitaan hingga menayangkan karya jurnalistik. Mereka akan melakukan aksi solidaritas dan menggugat Dewan Pers.

Baca juga:
Ketua PWRI: Leo Batubara Menolak Wartawan Ditangkap Polisi Karena Berita

Menanggapi hal tersebut, Dewan Pers melalui Leo Batubara mendatangi sekretariat bersama Majelis pers di gedung Dewan Pers lantai 5, jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Jumat (29/06), untuk memberikan klarifikasi terkait sikap Dewan Pers pada saat kasus tersebut diketahui.

Terkait karya jurnalistik dia memberikan masukan kepada polisi Kota Baru, untuk tidak mengkriminalisasi wartawan M. Yusuf. Dia menegaskan, jika sarana yang digunakan menggunakan medsos bukan lagi ranah dan tanggungjawab Dewan Pers.

Baca juga:
Seribu Tandatangan Aksi Solidaritas Atas Meninggalnya Wartawan M. Yusuf

Sementara itu, Pimpinan Sinar Pagi Baru (SPB), Rinaldo SH yang juga hadir dalam mediasi antara Majelis Pers, Dewan Pers dengan sejumlah organisasi pers membantah semua penjelasan Leo Batubara.

Rinaldo menjelaskan, M. Yusuf dilaporkan terkait pemberitaan itu jelas. Saat itu Kapolres berkoordinasi dengan Dewan Pers, yang akhirnya mengeluarkan surat No. 21/DP/KSA/3/2018. Isinya menyangkut pemberitaan M. Yusuf bukan kepentingan kepentingan umum dan karya jurnalistik tidak menjalankan fungsinya sebagai pers dan beretikat buruk.

Baca juga:
Buntut Wartawan Meninggal, Para Juru Warta akan Melakukan Aksi

Sementara itu, Sekjen Majelis Pers Uzi S. Sudiro, menyatakan akan mengakomodir semua aspirasi pers dan organisasi profesi wartawan yang saat ini mendesak Mejelis Pers untuk mengambil sikap terkait dengan keberadaan dewan pers yang hingga kini tidak bisa melindungi wartawan dan cenderung tebang pilih dalam merangkum semua aspirasi insan pers.

"Kami akan menampung semua kepentingan insan pers dan semua organisasi profesi wartawan, baik yang tergabung dalam Majelis Pers maupun yang belum," jelas Ozzi

Ditambahkan, Majelis Pers akan mengambil sikap dan mereview serta menyurati dewan pers terkait hal ini. (Jk)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE