• Jumat, 16 November 2018
  • LOGIN
Terkait Persoalan Sumur Bor Wilayu Kades Pacareja Geram, Isnawan Acuh

Terkait Persoalan Sumur Bor Wilayu Kades Pacareja Geram, Isnawan Acuh

Dirut PDAM Tirta Handayani Isnawan Fibriyanto

LIVE MUSIK NUSANTARA JOGJA BAND
Tembang Koes Plus/Koes Bersaudara
5 Juli 2018, pukul 18.30. s.d 22.00. WIB.
MASTER FEDORA CHICKEN
Request: Tembang Kenangan, Campursari, Barat, Komplit...Jl.Wonosari-Panggang KM 24, Jetis Saptosari Gunungkidul. HP. 087 780 043 215

SEMANU, INFOGUNUNGKIDUL.com, (Selasa Wage)-Keluhan Kepala Desa (Kades) Pacarejo Suhadi terkait persoalan sumur bor Wilayu 1, dan 2 ditanggapi acuh oleh Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Gunungkidul Isnawan Fibriyanto.

Saat dikonfirmasi, Isnawan menunjukkan sikap acuh tak acuh. Berulangkali pesan WhatsApp, sms, telephone bahkan minta waktu bertemu untuk konfirmasi hanya dijawab singkat olehnya.

"Belum bisa jawab baru ngumpulkan informasi," ungkapnya singkat, Selasa (03/07).

Sementara itu, Suhadi selaku Kades Pacarejo, Kecamatan Semanu memprihatinkan pelayanan PDAM Tirta Handayani di wilayahnya terutama di Padukuhan Wilayu, Jasem, Kentheng, dan Ngelak.

Baca:
Giliran Kades Pacarejo Geram Keluhkan Pelayanan PDAM Tirta Handayani

Menurutnya, pasca PDAM menghidupkan sumur bor di Wilayu 1 dan 2 pada awal tahun lalu justru aliran air bersih yang diterima warga di 4 padukuhan tersebut tidak lancar dan sering macet.

Keprihatinan Suhadi bukan tanpa alasan sempat menjadi bahasan saat acara Syawalan oleh salah satu Partai Politik yang bertempat di desannya, suara-suara sumbang masyarakat terkait keluhan terhadap PDAM banyak dia terima.

Baca juga:
Dinilai Merugikan Masyarakat PDAM Tirta Handayani Ingkar Janji

Warga bukan hanya menuntut kompensasi, bahkan mengancam akan melakukan demo ke kantor PDAM Tirta Handayani apabila keluhannya tidak mendapat respon pihak PDAM. Namun atas kearifan Kades, masyarakatnya masih dapat di kendalikannya.

"Kita menyadari PDAM sebagai pelayan publik pasti banyak persoalan, namun kita juga menyayangkan saat sumber Wilayu 1, dan 2 dihidupkan kembali, tidak ada sosialisasi dan pemberitahuan ke pihak desa. Saat ini belum ada tanggapan dari pihak PDAM, tapi akan saya agendakan ke PDAM," jelasnya.

Ditempat terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi DIY Slamet, S. Pd. MM, melihat persoalan yang dihadapi PDAM menyampaikan, agar PDAM mencari akar permasalahan serta menjelaskan kepada masyarakat sehingga tidak melebar persoalannya.

Baca juga:
Suasana Lebaran, Warga Jatiayu Keluhkan Pelayanan Aliran Air PDAM

"Ya sebaiknya dikomunikasikan, dicari akar masalahnya dalam hal ini PDAM harus memberi penjelasan kepada masyarakat. Kepala Desa melakukan pendekatan kepada PDAM agar tahu apa yang terjadi sebenarnya," pungkasnya. (Ag/ig)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE