• Senin, 16 Juli 2018
  • LOGIN
Pemberitaan Berujung Kematian Wartawan Muhammad Yusuf

Pemberitaan Berujung Kematian Wartawan Muhammad Yusuf

Aksi masa solidaritas wartawan Rabu 4Juli 2018 (Foto: www.sinrbagibaru.id)

JAKARTA, INFOGUNUNGKIDUL.com, (Jumat Pahing)-Dramatis dan Tragis peristiwa yang menimpa seorang wartawan Muhamad Yusuf (MY) di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Hanya gara-gara pemberitaannya tentang penggusuran masyarakat oleh satu perusahaan perkebunan sawit swasta yang joint dengan perusahaan milik negara, MY harus meregang nyawa didalam Lapas Kota Baru.

Mengutip di https://www.sinarpagibaru.id, hari ini (06/07), dan beberapa sumber lain, bahwa perusahaan tersebut membuka perkebunan sawit secara besar-besaran di kawasan hutan Kotabaru, Kalsel, hingga mengantarkan MY pada hembusan nafas terakhirnya.

Warga masyarakat yang tergusur itu tidak bisa berbuat banyak atas penderitaan yang menimpa mereka. Kehilangan mata pencaharian dan penghidupan. Sebelumnya masyarakat bertahan hidup dengan bercocok tanam di wilayah hutan itu dan sebagai tempat tinggal sejak berpuluh-puluh tahun lamanya.

Bahkan penderitaan warga masyarakat itu pun semakin lengkap karena tidak ada satu pun aparatur negara yang mau memperhatikan, mulai dari bupati, DPRD kabupaten sampai ke DPRD Provinsi tidak juga menemukan perlindungan hukum. Bahkan sampai ke Komisi Perlindungan Hak Asasi Manusia di Jakarta pun masyarakat yang tergusur itu hingga kini belum mendapat perhatian yang jelas.

Kronologi Awal Pemberitaan yang Ditulis MY, Hingga Penangkapan

Wartawan MY dalam tahanan Polres Kotabaru (Foto: www.sinarpagibaru.id)

Perjalanan panjang masyarakat ini-lah yang dijadikan pemberitaan oleh wartawan MY secara berkesinambungan (singkatan Muhamad Yusuf) yang naik dibeberapa media. Diketahui pula pada akhir tahun 2017, wartawan MY telah mendatangi pihak perusahaan untuk mengkonfirmasi, akan tetapi mendapat penolakan karena MY sudah menaikkan berita terlebih dahulu.

Puncaknya, pihak perusahaan melaporkan MY atas isi pemberitaan itu, dianggap telah mencemarkan nama baik, fitnah dan provokatif, tanggal 23 Maret 2018 di Polres Kotabaru.

Atas dasar laporan itu, pada tanggal 5 April 2018, MY ditangkap oleh kepolisian karena sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pihak Kepolisian menetapkan tersangka kepada MY atas dasar rekomendasi dan sudah berkordinasi dengan Dewan Pers. Kepolisian juga menyebut MY tidak kooperatif.

Masa Tahanan Wartawan MY, Keluarga Sempat Mengajukan Penangguhan Tahanan

Wartawan MY menjalani opname (Foto: www.sinarpagibaru.id)

Hasil kordinasi Polres Kotabaru dengan Dewan Pers, Dewan Pers menunjuk Leo Batubara yang sudah berumur 79 tahun memberikan penilaian bahwa MY dapat dijerat UU ITE yang ancamannya adalah hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar. Proses hukum berlanjut, hingga penyerahan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Kotabaru dan ke persidangan.

Dalam masa tahanan, wartawan MY sering mengeluhkan sakit, bahkan sempat juga dirawat dengan ijin sakit di rumah sakit. Pihak keluarga (isteri MY) meminta penangguhan tahanan sesuai dengan hak MY karena memiliki tanggungan anak yang masih kecil, tulang punggung keluarga, tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barang bukti, dan perlu perawatan khusus atas sakit yang dideritanya dilengkapi dengan surat keterangan dokter, akan tetapi pihak Kejaksaan tidak mengabulkan.

Anak kandung almarhum MY masih Kecil (Foto: www.sinarpagibaru.id)

Proses hukum persidangan sempat berjalan sebanyak 4 kali di Pengadilan Negeri Kotabaru, wartawan MY dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kotabaru. Hingga pada bulan ramadhan, tanggal 10 Juni 2018, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, MY dikabarkan meninggal dunia dan persidangannya dihentikan.

Pemberitaan MY Dianggap Bukan Karya Jurnalistik, Hingga Memicu Aksi Besar di Gedung Dewan Pers.

 

Aksi berhasil menaikan keranda mayat ke sekretariat Dewan Pers lantai 8 (Foto: www.sinarpagibaru.id)

Dilain sisi, di Jakarta, pimpinan media tempat wartawan MY bernaung, secara pribadi, pada tanggal 23 April 2018, menyurati Ketua Dewan Pers, meminta klarifikasi dan mempertanyakan rekomendasi dan kordinasi Dewan Pers kepada kepolisian, sedangkan Dewan Pers tidak pernah memanggil Muhamad Yusuf maupun redaksi-redaksi media online yang menaikkan berita dari almarhum MY. Surat tersebut tidak pernah ditanggapi hingga saat ini.

Begitu juga dengan redaksi dari media online yang menaikkan berita almarhum MY, kemajuanrakyat.com mengaku menyurati Ketua Dewan Pers untuk meminta perlindungan hukum, ternyata juga tidak ditanggapi.

Belakangan setelah kematian MY yang menjadi heboh dan viral, Dewan Pers mengakui telah ada kordinasi dengan pihak kepolisian dan menilai pemberitaan wartawan MY, diantaranya adalah bukan karya jurnalistik, profokatif, dan berniat buruk.

Diketahui, Komisioner Dewan Pers menunjuk Leo Batubara yang sudah berumur 79 tahun atas penentuan penilaian tersebut dan menyatakan wartawan MY dapat dijerat UU ITE. Kemudian Dewan Pers menepis tidak pernah menerima permohonan apapun dari pihak-pihak yang berkepentingan dari pemberitaan MY.

Atas peristiwa tersebut, pada tanggal 04 Juli 2018, aksi solidaritas wartawan dari berbagai organisasi wartawan di Jakarta melakukan unjuk rasa besar-besaran. 500 massa berkumpul di Gedung Dewan Pers. Aksi ini diklaim banyak pihak sebagai langkah awal pergerakan kekuatan organisasi wartawan yang independen, bersama-sama mengantarkan keranda mayat sebagai simbol wartawan. (Jk)


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE