• Selasa, 17 Juli 2018
  • LOGIN
Danais Tidak Digunakan Untuk Menurunkan Angka Kemiskinan

Danais Tidak Digunakan Untuk Menurunkan Angka Kemiskinan

Infogunungkidul, WONOSARI,  Senin Wage  - Rino Caroko, mengutip analisis Institute for Development and Economic Analysis (IDEA), mempertanyakan efektifitas penggunanan danais. Rino  sepaham dengan IDEA, bahwa kucuran danais  tidak sera merta bisa membereskan angka kemiskinan di DIY. Berdasarkan regulasi, anggota DPRD DIY Mengatakan, Dana Keistimewaan (Danais) hanya digunakan untuk keperluan 5 hal, kemiskian tidak termasuk di dalamnya.

Menurut Rino Caroko yang penting untuk dipahami bersama, selanjutnya dikritisi, melalui data yang dihimpun  IDEA. Tentu saja, demikian Rino berpendapat,  IDEA telah melakukan riset dan analisis setiap tahun, terkait kucuran dan penggunaan danais.

Tidak bisa dipungkiri, alokasi danais  belum mampu mengentaskan kemiskinan, karena selama ini pemerintah menterjemahkan kebudayaan baru sebatas fisik (kethoprak, jatilan, reok, wayang dan yang lain.  

“Sebagai warga DIY mari kita awasi penggunaan danais supaya tepat sasaran dan tepat guna serta mari kita pahami bersama arti budaya,” kata Rino Caroko mencermati penggunaan danais,  3/7/17.

Dipaparkan, Tahun 2017 merupakan tahun ke-5 pelaksanaan Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY. Selama kurun waktu lima tahun tersebut,  alokasi anggaran danais terus mengalami kenaikan.

Secara rinci,  dari tahun ke tahun danais mengalami peningkatan cukup berarti. Tahun  2013 Rp 231,39 miliar, tahun  2014,  Rp 523,8 miliar,  naik menjadi Rp 547,45 miliar pada 2015 dan 2016, kemudian tahun 2017 meningkat lagi menjadi  Rp 853,90 miliar.

Rino Caroko mengutip data IDEA  menyayangkan, bahwa status ‘keistimewaan’ yang diiringi dengan naiknya alokasi anggaran untuk DIY ternyata tidak serta merta berdampak pada penyelesaian serangkaian persoalan di provinsi ini.

Memanfaatkan data BPS, DIY masih menduduki provinsi termiskin di Pulau Jawa. Angka kemiskinannya tercatat 13,20 persen, lebih tinggi dari nilai rata-rata nasional sebesar 11,13 persen.

Mengutip UU No. 13 Tahun 2012,  alokasi   dana  bersumber dari uang negara (APBN) lewat Danais kepada Pemprov DIY, tercantum di dalam Pasal 42.

Sasaran tembak IDEA yang disitir Rino adalah angka kemiskinan di DIY, sementara kewenangan urusan keistimewaan dalam UUK tersebut  hanya meliputi: (1). Tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas dan wewenang gubernur dan wakil gubernur; (2). Kelembagaan Pemerintah Daerah DIY; (3). Kebudayaan; (4). Pertanahan; dan (5) Tata ruang.

Dikonfirmasi, anggota DPRD DIY, Slamet, S.Pd. MM mengatakan, bahwa UUK tidak  memberi ruang gerak  menggarap item kemiskinan.  Menurutnya, kemiskinan adalah ranah TNP2K. Reporter : Agus SW


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE