• Selasa, 23 Oktober 2018
  • LOGIN
Prajurit Lombok Abang Menghentikan Pengguna Jalan Selama 35 Menit

Prajurit Lombok Abang Menghentikan Pengguna Jalan Selama 35 Menit

Infogunungkidul, PATUK, Minggu Kliwon – Melestarikan budaya dengan cara pawai diperagakan hampir di 144 desa. Arak-arakkan melewati jalan desa tidak banyak menimbulkan permasalahan, tetapi ketika pawai budaya dilakukan di jalan nasional, terjadi kemacetan cukup serius.

Setahun sekali, mengambil hari Minggu Kliwon, selepas panen padi kedua, Desa Beji, Kecamatan Patuk, memetri (melestarikan) bersih desa. Ungkapan syukur dilaksanakan di Balai Desa, dilanjutkan dengan kirab budaya.

“Ini merupakan tahun kedua warga kami melakukan pawai budaya. Rute yang dilalui sepanjang 3 km lebih. Start dari depan balai desa ke timur, sampai simpang tiga bekas pasar sore belok kiri melintas jalan Yohya Wonosari. Di simpang SMK Muhammadiyah I Patuk, barisan belok kiri, kembali ke balai desa,” tutur Edi Sutrisno, Kepala Desa yang hari itu memimpin pawai.  

Sadari,  salah satu perangkat desa setempat menjelaskan, pawai budaya  dimulai pukul 13.00, berakhir pukul 15.10 Wib. Peserta kirab budaya yang nampak paling gagah adalah bregodo prajurit Lombok Abang.

Mereka berjalan rampak diiringi genderang khas kraton Yogyakarta, berada di barisan paling bontot. Prajurit Lombok Abang ini sedikit mengganggu laju pengguna jalan yang mengarah ke Yogyakarta.

Setidaknya menahan pengendara selama 35 menit lebih. Arus dari arah Yogykarta lancar, sebaliknya yang dari arah Wonosari mampet mengular hingga bunderan Sambi Pitu.

Reporter: Maretha


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE