• Rabu, 19 September 2018
  • LOGIN
Angetin Janda Dikepung Warga

Angetin Janda Dikepung Warga

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Cerita terjadi di seantero Nusantra, dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Enak betul jadi Markadi 47, dia praktisi selingkuh. Apel lama di rumah janda Sarini 40, telah melakukan “singkap-tembus-lega”, tapi dia masih memperoleh pengamanan polisi hingga tak menjadi korban amuk massa. Semua terjadi gara-gara salah parkir sepeda motor di tanjakan yang sepi hingga dikira motor milik maling. Yaa maling siih..., maling janda maksudnya.

Sebagaimana Gunungkidul, daerah Rongkop pada umumnya berhawa dingin, suhu udara pegunungan berkisar 20 C. Alam memasuki musim bediding, dinginnya menusuk tulang dan diding...

Banyak orang yang mencari kehangatan dengan berbagai cara: ada yang bakar sampah di pagi hari untuk bedian, ada pula yang minum wedang jahe, atau berselimut rangkap tiga.

Yang dilakukan Markadi, pria STW dari Nglindur, Girisubo ini berbeda. Saat kedinginan, dia justru berlama-lama cari anget-angetan di rumah janda Sarini, warga Kecamatan Rongkop. Di sini memang terasa  “anget” dan kemrisik, karena di kamar ditemani pemilik rumah, dengan segala fasilitas.

Janda STNK (Setengah Tuwo Ning Kenceng) ini memang lumayan cantik, sehingga banyak lelaki yang ingin mengajak berkoalisi permanen. Tapi Sarini tak semudah itu menerima tawaran politisi asmara. Sebab kebanyakan dari mereka hanya banyak janji, padahal di rumah masih ada anak istri. Karenanya selama ini Sarini selalu menolak ajakan koalisi itu.

“Saya tak mau dilabrak kaumku gara-gara dituduh merebut suami orang,” katanya serius.

Nasib mujur dialami  Markadi asal Kecamatan Girisubo. Ketika berkenalan, langsung cocok. Markadi memang pintar omong dan merayu wanita, Sarini langsung menerima, tanpa melalui fit and proper test.

Markadi dibukakan pintu lebar-lebar ketika main ke rumahnya, sampai kemudian juga lebar-lebar sampai ke roknya segala. Nah, lelaki cap apapun pasti betah. Karenanya yang biasanya beberapa menit saja, kini sampai berjam-jam. Tentu saja  asyik sekali bagi Markadi, karena dia menerima pelayanan purna ranjang dari si janda  cantik.

Awalnya warga sekitar tak peduli  ketika Markadi hanya datang secara temporer. Tapi ketika sudah keseringan bolak balik, penduduk pun menduga macem-macem. Mereka bukan suami isri, kok bebas banget apel terlalu lama. Pasti Markadi ini tak sekedar apel, pasti menerima pelayanan yang lain.

“Mana ada kucing lihat dendeng tak dicaplok?” kata penduduk.

Kebetulan malam Jumat kemarin, Aipda Priya Nugraha dari Polsek Rongkop melakukan patroli keliling. Saat itulah dia menerima pengaduan warga yang curiga dengan sepeda motor yang terparkir rapi di salah satu tanjakan jalan yang sepi.

Awalnya warga menduga itu motor milik maling atau motor malingan yang disembunyikan. Namun setelah diteliti lebih jeli, ternyata kendaraan bernomor polisi AB xxxx QR itu sepeda motor milik Markadi. Diduga kuat yang bersangkutan sedang asyik indehoy dengan janda Sarini, sebab lokasi parkir motor tersebut memang tak jauh dari rumah sang janda.

Warga marah hendak melakukan penggerebekan. Namun berhubung ada Bapak Polisi, maka disarankan untuk tidak berbuat anarkhis. Jadilah warga hanya mengepung sekitar rumah janda Sarini tanpa berbuat apapun. Dengan setia mereka menanti keluarnya Markadi dari rumah gendakannya. Tepat tengah malam, Markadi keluar dari rumah dan hendak pulang ke rumahnya di Girisubo.

Langsung saja dia ditangkap dan diamankan polisi untuk dibawa ke Polsek Rongkop guna dimintai keterangan. Sebab jika dibiarkan, bisa-bisa Markadi habis dikeroyok massa yang kadung emosi. Memang sih, saat ditangkap tidak ada bukti kalau Markadi-Sarini telah berbuat mesum. Tetapi ada hal-hal yang membuat Markadi terpaksa harus nginap di Polsek.

Satu, Markadi tidak pernah melapor ke RT terdekat. Dua, mengunjungi janda berlama-lama di luar jam bertamu. Tiga, laki perempuan bukan suami istri bergaul diluar batas norma susila.

Atas kesalahan itu, Markadi diinterogasi intensif aparat kepolisian. Meski awalnya jawaban Markadi pletat pletot tak karuan, akhirnya mengaku juga sudah melakukan “singkap-tembus-lega” dengan Sarini walaupun baru sekali. Itu yang katahuan, sebelumnya? 

Penulis: Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE