• Sabtu, 20 Januari 2018
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM DCA2ADE9/ DD30B86C/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

Mediasi Kasus Kades Dadapayu Menemui Jalan Buntu

Mediasi Kasus Kades Dadapayu Menemui Jalan Buntu

Infogunungkidul, WONOSARI, Kamis Legi - Kasus Desa Dadapayu makin ruwet. Pasalnya, proes mediasi antara  BPD Dadapayu dengan kuasa hukum Kades Dadapayu menemui jalan buntu.

Proses mediasi minggu lalu, Kamis 13/07/17, mediator dari Pengadilan Negeri Wonosari menyarankan, agar para pihak untuk musyawarah kemudian berdamai.

Tergugat dan penggugat diberi waktu satu minggu. Kesempatan 7 hari yang diberikan pengadilan, digunakan BPD untuk mendengarkan aspirasi masyarakat Desa Dadapayu.

Wasikin, Ketua BPD Desa Dadapayu memaparkan, suara masyarakat menghendaki, Rukamto berhenti dari jabatan Kepala Desa Dadapayu.

Wasikin mengaku penjaringan tersebut tidak melibatkan semua masyarakat.

"Setiap padukuhan diambil sepuluh warga sebagai wakil dari padukuhannya masing-masing," kata Wasikin.

Hasil data penjaringan 20 padukuhan tesebut rencananya akan disampaikan ke Bupati Gunungkidul dan Pengadilan Negeri Wonosari, yang hari ini, 20/7/17 sidang mediasi.

Faktanya menurut Wasikin, sidang mediasi gagal, tidak ada titik temu.

"Saya selaku wakil masyarakat, berpotokan kepada hasil dari penjaringan aspirasi. Kades Dadapayu harus lengser," tandasnya.

Sementara itu pihak Rukamto yang diwakili Oncan Poerba, SH, mengatakan sidang mediasi gagal karena BPD Dadapayu tidak mau damai. 

"Ya sudah nanti tinggal nunggu panggilan sidang gugatan, karena kita ajak damai BPD tidak mau," kata Oncan Poerba.

Menurut Oncan, alasan BPD dengan penjaringan warga dadapayu itu tidak masuk akal dan tidak mewakili dari jumlah penduduk seluruh warga Dadapayu, karena jumlah DPT Dadapayu ada 6 ribuan lebih, sedangkan masyarakat yang dijaring oleh BPD tidak ada seribu orang.

Ditempat berbeda, Sadino 51, warga Sempon Kulon mengatakan, dalam mengadakan penjaringan ke masyarakat yang di lakukan oleh BPD ada kecurang. BPD dianggap tidak netral dalam melakukan penjaringan, karena menjelekkan Kades dan memojokannya.

Reporter: W. Joko Narendro

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. PROMO JANUARI !!! Service lengkap berhadiah Plas Chamois/Discount 15% Syarat ketentuan berlaku (Selama persediaan masih ada)

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy, Pengencangan Wajah, Tiruskan dan Rampingkan Pipi, Wajah, Leher, Menghilangkan Kantung Mata Tanpa Operasi

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE