• Kamis, 19 Juli 2018
  • LOGIN
DANGDUT MUSIK MENYENANGKAN YANG DIPERSALAHKAN

DANGDUT MUSIK MENYENANGKAN YANG DIPERSALAHKAN

Infogunungkidul, Senin Kliwon – Musik genre (jenis) dangdut digemari segala lapisan. Citranya memburuk ketika dibarengi dengan joget berlebihan. Kesan seronok makin lekat saat para penonton nimbrung bergoyang lengkap dengan aroma miras dan baku hantam. Musik dangdut pun mulai dipersalahkan.

Musik, dalam pengertian sangat umum adalah suara. Manusia tidak punya kekuatan mencipta suara, kecuali hanya diberi kewenangan mencari sumber suara.

Jengkerik, tokek, burung hantu, anjing, angin di pucuk cemara memainkan peran masing-masing. Suara mereka bisa dinikmati sebagai musik, bisa pula dicuekin karena tidak lebih dari getaran yang mengganggu telinga.

Yang pasti, siapapun tidak akan mampu menciptakan suara kodok yang lagi asyik ciblon atau berenang di tebat. Saya berkesimpulan, suara yang macam-macam jenis itu adalah sebuah karya agung. Hanya Tangan Agunglah yang memiliki managemen untuk melahirkannya.

Musik dangdut diihat dari prespektif demikian adalah agung, baik, menyenangkan dan bermanfaat. Belakangan, musik dangdut berubah menjadi seronok, kemudian menyebabkan sebagian orang berpaling. Itu yang norak, yang seronok bukan musiknya.

Harap berhati-hati dalam berfikir, menyalahkan musik ndangut sebagai bukan produk kebudayaan negeri tercinta adalah sama fatalnya dengan menyalahkan deru angin di pucuk cemara.

Manusia sebagai pelaku atau penikmat musik ndangdut tidak pernah menyadari, bahwa musik bisa dan sangat mudah untuk dieksploitir oleh penyanyi atas nama kebebasan berekspresi.

Tonton saja misalnya video konyol yang dilabel dangdut koplo, diperkosa di atas panggung pada link https://www.youtube.com/watch?v=pgFdPyD36d0. Atraksi seperti itu jumlahnya ribuan tersimpan di atas sana.

Pemerintah, dalam hal ini Kemenkominfo Repubblik Indonesia tidak melakukan tindakan apa-apa. Masyarakat bebas menonton berulang-ulang, termasuk bebas menggelar panggung super seronok di dunia nyata.

Kesimpulan saya sederhana, musik dangdut tidak salah, yang keliru adalah para-para yang mengatur agar ndangdut mendatangkan rejeki melimpah.

 

Penulis: Agung Sedayu

Tulisan di atas adalah opini. Oleh sebab itu penanggungjawab isi keseluruhan bukan pada Redaksi, melainkan pada penulis.


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE