• Kamis, 18 Januari 2018
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM DCA2ADE9/ DD30B86C/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

Tilam Upih-Blarak Sineret di Jamasan Tosan Aji Massal

Tilam Upih-Blarak Sineret di Jamasan Tosan Aji Massal

Infogunungkidul, NGLIPAR, Jumat Pon-Puluhan benda pusaka berupa tombak maupun keris milik warga Kecamatan Nglipar dijamasi (red-dimandikan) secara massal. Tombak pusaka Kecamatan Nglipar berpamor Blarak Cineret ikut dimandikan dalam ritual ini, Jumat (20/10).

Jamasan benda pusaka warisan leluhur ini dipusatkan di Padukuhan Wotgaleh, Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar ini membersihkan lebih dari 70 pusaka yang dimiliki warga Nglipar. 

Wartoyo, koordinator jamasan tosan aji, mengungkapkan bahwa setiap pusaka memang harus dirawat. Selain untuk menjaga kebersihan pusaka, sekaligus melestarikan budaya adi luhung warisan leluhur.

"Jumlahnya sekitar 70 pusaka, semuanya disucikan dalam jamasan kali ini," kata Wartoyo.

Dari sekian banyak pusaka yang dijamas, dapur Tilam Upih dan Kebo Lajer mendominasi.

“Dapur Tilam Upih bentuknya seperti anyaman tikar konon bermakna ketenteraman rumah tangga. Sedangkan Kebo Lajer bermakna pemiliknya seperti kerbau yang giat bekerja, cocok dipegang kaum tani,” urai Wartoyo.

Perangkat Desa Pengkol, Nglipar ini juga menjelaskan proses jamasan, awalnya membersihkan minyak yang menempel di keris maupun tombak, kemudian baru digosok jeruk nipis. Setelah bersih baru dikeringkan dan diwarangi, terakhir diberi minyak.

"Diberikan warangan tujuannya untuk menimbulkan pamor pusaka itu sendiri kian bersinar dan minyak pusaka untuk melindungi pusaka supaya tidak karatan," jelasnya.

Namun demikian, tambah Wartoyo, kalau ada pusaka yang sudah berkarat harus diperlakukan khusus.

"Harus direndam dengan nanas, perasan jeruk nipis atau pace matang  paling tidak 3 sampai 4 hari, baru dibersihkan seperti diatas," tambahnya.

Sementara itu Drs Witanto, Camat Nglipar mengungkapkan dukungannya atas ritual jamasan tosan aji hari ini.

"Melestarikan jamasan tosan aji sama saja dengan melestarikan budaya. Bahkan tombak pusaka Kecamatan Nglipar kita ikutkan dalam acara ini," kata Witanto.

Diketahui sebuah tombak pusaka warisan leluhur berdapur Blarak Cineret bersemayam di Kantor Kecamatan Nglipar. Pusaka tersebut konon sudah lama dimiliki Kecamatan Nglipar dan turun temurun hingga saat ini.

Karena pusaka itu adalah tinggalan para leluhur yang mempunyai nilai filosopi kehidupan yang sangat tinggi, sambung Witanto, maka tidak boleh diperlakukan sembarangan. Disisi lain jamasan tosan aji bisa menjadi pendukung pariwisata dan budaya Gunungkidul menuju mercusuar wisata dunia.

Reporter : W. Joko Narendro.

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. PROMO JANUARI !!! Service lengkap berhadiah Plas Chamois/Discount 15% Syarat ketentuan berlaku (Selama persediaan masih ada)

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy, Pengencangan Wajah, Tiruskan dan Rampingkan Pipi, Wajah, Leher, Menghilangkan Kantung Mata Tanpa Operasi

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE