• Jumat, 19 Januari 2018
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM DCA2ADE9/ DD30B86C/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

Droping Air Bersih: Modus Mempertahankan Proyek Musiman

Droping Air Bersih: Modus Mempertahankan Proyek Musiman

Infogunungkidul, WONOSARI, Sabtu Wage–Anton Supriyadi, anggota DPRD Gunungkidul dari Partai Nasdem mengatakan, kegiatan droping air bersih tidak memecahkan subtansi persoalan. Hal itu hanya merupakan kiat untuk tetap mempertahankan proyek tahunan.

Pemkab Gunungkidul dinilai tidak cerdas. Kekurangan air bersih selalu diatasi dengan tangki. PDAM dituding sangat konvesional, tidak mampu memecahkan masalah air dengan alasan terkendala dana serta medan.

Tiap tahun dana yang disediakan pemerintah, lembaga swasta serta donatur atau swadaya dari berbagai komunitas, menurut Anton mencapai Rp 1 milyard lebih.

Yang jelas, dana untuk pengiriman air bersih melalui OPD seperti Dinsos serta BPBD, tak kurang dari Rp 700 juta. Hasilnya, Gunungkidul masih dicap sebagai daerah kekurangan air.

“Gunungkidul itu menyimpan banyak air. Kalau nggak ada air, apa yang dikirim itu air dari Sleman atau Bantul?” tanya Anton Supriyadi (21/10) setengah menyindir.

Politisi Nasdem ini menduga, pengiriman air bersih melalui tangki merupakan cara untuk mempertahankan proyek musiman. Hal tersebut dengan sengaja dipelihara untuk meraih anggaran rutin.

Berkenaan dengan kecenderungan di atas, Anton mecoba membuat simulasi, perhitungan kebutuhan air bersih tiap kepala keluarga.

Desa yang tidak terjangau pipa, menurut Anton merupkan tanggung jawab pemerintah. Solusinya perlu dibuatkan watertoren (bak). Ukuran bisa disesuaikan dengang kebutuhan.

Satu desa 1.500 kk, per kk 4 orang, setiap orang per hari butuh 70 liter air. Ini berarti 1.500 mengkonsumsi air  420.000 liter/ hari atau sama dengan  84 tangki.

Pemerintah, terang Anton, berkewajiban membuat bak ukuran 15 x 15 x 2.  Rakyat tetap membeli air, pemerintah mensubsidi, nama  Gunungkidul terjaga.

Dengan cara itu, ujar Anton, stigma Gukungkidul daerah kekering akan hilang.

Reporter:  Agung Sedayu

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. PROMO JANUARI !!! Service lengkap berhadiah Plas Chamois/Discount 15% Syarat ketentuan berlaku (Selama persediaan masih ada)

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy, Pengencangan Wajah, Tiruskan dan Rampingkan Pipi, Wajah, Leher, Menghilangkan Kantung Mata Tanpa Operasi

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE