• Jumat, 14 Desember 2018
  • LOGIN
Fenomena Pasca Banjir, Air Kembali Meluap Hingga Munculnya Lobang Dalam

Fenomena Pasca Banjir, Air Kembali Meluap Hingga Munculnya Lobang Dalam

Infogunungkidul, SEMANU, Kamis Wage—Setelah air yang meluap di Goa Bribin I, fenomena aneh justru muncul di Goa Nggreneng yang ada di Padukuhan Wedi Utah, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu. Air meluap setinggi tiang listrik, dan menggenangi pesawahan warga. Sementara di Desa Melikan, Kecamatan Rongkop muncul lobang menganga selebar 4 meter yang menyedot air banjir disekitarnya.

Diungkapkan Kapolsek Semanu, AKP Sumariya, air yang meluap tersebut terjadi pukul 13.30 WIB, Kamis (30/11).

“TKP di RT/RW 04/36, Padukuhan Wediutah, Desa Ngeposari. Air menggenang tingginya sama dengan togor (red-tiang) listrik, pohon jati saja tenggelam. Air yang meluap juga menggenangi lahan pertanian seluas 6 hektar dan membujur ke timur sepanjang 1 kilometer lebih,” terang Sumariya.

Hasil penyelidikan Polsek Semanu, Goa Bribin I di Dadapayu, Goa Sindon (Bribin II) dan Goa Nggreneng di Desa Ngeposari ternyata satu rangkaian. Jika di Goa Bribin I airnya sudah surut, berbeda halnya dengan di Bribin II.

“Petugas PDAM tadi cerita, di Bribin II genangan air ketinggiaannya mencapai 64 meter. Dan akhirnya meluap hingga Nggreneng ini,” tambahnya.

Dari mulut Goa Nggreneng, sambung Sumariya, air bah meluap kearah timur. Lantaran diapit oleh 2 gunung, maka lintasan air menyisir sepanjang lereng sepanjang 1 kilometer lebih. Dan uniknya, informasinya air yang keluar dari mulut Goa Nggreneng berasa asin.

Sementara itu di Padukuhan Kendal RT/RW, 01/01, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop justru muncul lobang menganga yang menyedot limpahan air bah disekitarnya. Lubang selebar lebih kurang 4 meter mendadak muncul dan menyedot air bah disekitarnya.

“Itu di pekarangan milik Karpin, tiba-tiba bunyi suara glurrr dan air yang semula ketinggiannya berkisar 1 meter mendadak surut dan masuk tersedot ke dalam lubang tersebut,” terang Ikha Puspandari, saksi mata kejadian.

Hingga siang ini, sambung Ikha, warga sekitar masih harap-harap cemas lantaran lubang tersebut kian melebar dari yang semula 4 meter. Warga pun sepakat untuk tidak menimbun lubang dengan berbagai pertimbangan.

“Di sebelah timurnya juga muncul lubang sejenis dengan kedalaman dan lebar yang berbeda. Kita takutnya kalau ditimbun malah akan menyebabkan tanah kian ambrol,” keluhnya.

Ikha berharap munculnya lubang di Melikan tersebut segera ditindak lanjuti BPBD dan aparat terkait agar tidak membahayakan jiwa warga sekitar.

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE