• Sabtu, 20 Januari 2018
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM DCA2ADE9/ DD30B86C/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

NEGERIKU MENGANUT DEMOKRASI GADO-GADO

NEGERIKU MENGANUT DEMOKRASI GADO-GADO

Infogunungkidul, WONOSARI, Jumat Kliwon–Indonesia, mengutip preambul Undang-Unang Dasar 1945, berdasarkan Pancasila. Demokrasi yang diyakini dan dianut pun adalah Demokrasi Pancasila. Dalam keseharian, Negeri ini menjalankan Demokrasi Liberal. Hanya satu propinsi yang secara sadar patuh pada UUD 1945.

Nafas demokrasi asli Indonesia termaktub dalam sila ke empat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Substansi demokrasi Pancasila, adalah kebijaksanaan dalam formulasi mufakat. sementara sejak  Indonesia merdeka, ruh permufakatan itu hanya diterapkan setengah-setengah.

Perbedaan pendapat di tingkat legeslatif tidak diselesaikan secara mufakat, melainkan ditempuh melalui pungutan suara. Meski suatu pendapat salah, karena diamini oleh bannyak suara, maka pendapat tersebut dianggap benar.

Tentang Demokrasi Pancasila, Soeharto, Presiden RI ke 2 menyatakan pandangan, sekaligus menerapkannya, bahwa jumlah partai politik di Indonesia tidak perlu banyak.

Pada masa kekuasaannya, partai politik hanya Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kala itu Golongan Karya belum disebut sebagai partai politik.

Soeharto juga menyatakan, di Indonesia tidak ada oposisi. Artinya, tidak ada partai yang berseberangan dengan kebijaksanaan pemerintah.

Orde kekuasaan Soeharto rontok, muncul puluhan partai politik baru. Parpol tumbuh seperti cendawan di musim hujan, seperti di pemilu pertama 1955.

Permufakatan, sebagai nafas demokrasi asli Indonesia sulit berkembang. Saat ini, yang menerapkan permufakatan tersebut hanya Propinsi Daerah Istimewa Yogyakata.

DPRD, juga rakyat setempat bermufakat, Sri Sultan Hamengku Buwono ke 10,  diangkat menjadi Gubernur, tidak perlu melalui proses pemilihan. Efek atas kemufakatan itu, dalam hal proses menentukan Gubernur, masyarakat DIY paling adem ayem.

Banyak orang mengatakan, model DIY membunuh demokrasi. Demokrasi yang mana? Demokrasi liberal itu pasti, tetapi demokrasi Pancasila, DIY lah yang menjalankan secara murni dan konsekuen.

Dari paparan pendek di atas tersimpulkan, Indonesia menerapkan demokrasi gado-gado. Paham liberal dianut, demokrasi Pancasila di sebagian tempat dijalankan.

Tidak salah, manakala Slamet Raharjo dan Butet Kartarajasa dalam acara kocak Sentilan-Sentilun mengklaim, Indonesia adalah negara setengah demokrasi.

Penulis: Bambang Wahyu Widayadi

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. PROMO JANUARI !!! Service lengkap berhadiah Plas Chamois/Discount 15% Syarat ketentuan berlaku (Selama persediaan masih ada)

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy, Pengencangan Wajah, Tiruskan dan Rampingkan Pipi, Wajah, Leher, Menghilangkan Kantung Mata Tanpa Operasi

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE