• Sabtu, 20 Januari 2018
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM DCA2ADE9/ DD30B86C/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

Skandal Ibu Dan Anak Angkat Terkuak, Bapak Meninggal Terserang Stroke

Skandal Ibu Dan Anak Angkat Terkuak, Bapak Meninggal Terserang Stroke

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Awalnya banyak yang menilai Ny. Ngadiyem, 50, ini wanita budiman tiada tandingan. Ada balita miskin diadopsi sebagai anak angkat. Ternyata setelah balita itu jadi remaja tampan, justru Darsono, 25, dijadikan pemuas syahwat. Sang suami, Pak Dalimin, 60, begitu tahu kelakuan istri dan anaknya langsung stroke dan akhirnya meninggal.

Syahwat itu memang termasuk hak azasi manusia. Cap apapun orangnya pasti punya. Hanya saja, ada yang mampu mengendalikan, banyak pula yang kedodoran. Padahal dalam urusan satu ini, orang suka berbuat hal-hal yang tak masuk akal, meski akhirnya berakibat fatal. Hanya karena memanjakan syahwat, yang malu bukan dirinya sendiri, tapi juga keluarga berikut jajarannya.

Kisah memalukan dari Semin perbatasan Sukoharjo ini memang memalukan dari awal hingga akhir. Ngadiyem menikah dengan Dalimin sekitar 30 tahun lalu. Itu juga akibat program LKMD dalam arti: Lamaran Keri Meteng Disik (baca: hamil duluan). Celakanya anak hasil ngebon duluan itu meninggal saat usai bayi. Dan sejak itulah Ngadiyem tak bisa hamil dan memiliki anak lagi.

Lima tahun nikah resmi, hasilnya hanya kringeten thok setiap malam. Sadar akan kemandulan dirinya, keluarga yang kala itu masih tinggal di Surabaya ini lalu mengadopsi bayi lelaki yang baru lahir. Setelah itu mereka pindah ke kampung halamannya di perbatasan Semin. Di samping sudah tidak ada lahan penghidupan baru di sana, sekaligus untuk memutus mata rantai riwayat anak angkat itu.

Maklum, manusia dari dulu hingga sekarang “lambe turah” dan “lambe nggambleh” di mana saja selalu ada. Jika tetap tinggal di Surabaya, dikhawatirkan ada yang tahu riwayat bahwa anak itu hanya adopsi, bukan hasil produksi sendiri. Meskipun si anak tidak tahu sejarah hidupnya, bisa tetangga si “lambe nggambleh” dan si “lambe turah” akan ngomong di kemudian hari. Ini bisa mengancam dan menggradasi kasih sayang anak pada orangtuanya.

Demikianlah, anak angkat bernama Darsono ini dirawat sebagaimana mustinya. Di sekolahkan dan dikuliahkan, kemudian dinikahkan. Tapi sebelum sampai ke jenjang perkawinan Darsono, kisah-kisah kelam menyertai kehidupan anak ini. Ketika bocah itu sudah beranjak dewasa dan mengerti perempuan, justru dimanfaatkan oleh ibu angkatnya sendiri, Ny. Ngadiyem.

Ny. Ngadiyem ini agaknya perempuan yang bergairah tinggi. Semakin tua, suami tak bisa lagi mengimbangi. Akhirnya Darsono yang tumbuh sebagai anak remaja yang cukup ganteng, justru bikin ibu angkatnya “mak theng” (baca: bergairah). Anak muda itu dipancing-pancing, sehingga akhirnya perbuatan terkutuk antara anak dan ibu angkat itu terjadi. Sejak itu Ny. Ngadiyem tak perduli lagi biarpun suami sudah tidak lagi rosa-rosa seperti Mbah Marijan.

Sebagai lelaki normal, di luar rumah Darsono punya pacar anak Wonosari dan akhirnya menikah. Sejak itu keduanya misah sendiri, Darsono tinggal bersama istrinya di Wonosari. Apalagi pekerjaan Darsono juga lebih dekat dengan rumah istrinya.

Di sinilah Ny. Ngadiyem mulai merasa kesepian, karena tak dapat lagi cas-casan seperti biasanya. Untuk kembali seperti dulu, dia langsung pura-pura sakit, dengan maksud agar anak angkatnya membesuk. Bahkan katanya, jika tak ditunggui Darsono, takkan mau minum obat.

Ternyata, saat Darsono datang malah dikumbah (diomeli), dituduh anak tak tahu balas budi. Diceritakan sekalian siapa aslinya dia. Tentu saja Pak Dalimin kaget setengah mati kenapa istri bongkar rahasia perusahaan? Tapi makin kaget lagi ketika Darsono juga mengaku bahwa selama ini dijadikan pemuas nafsu syahwat ibu angkatnya. Karena kaget dua kali, Pak Dalimin langsung terkena stroke dan meninggal sebulan kemudian.

Rupanya Darsono selama ini jadi “jaka tingting” alias perjaka tingkrang-tingkring.

Gaib Wisnu Prasetya

 

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. PROMO JANUARI !!! Service lengkap berhadiah Plas Chamois/Discount 15% Syarat ketentuan berlaku (Selama persediaan masih ada)

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy, Pengencangan Wajah, Tiruskan dan Rampingkan Pipi, Wajah, Leher, Menghilangkan Kantung Mata Tanpa Operasi

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE