• Minggu, 21 Januari 2018
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM DCA2ADE9/ DD30B86C/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

DALAM PEMILU NETRALITAS ITU TIDAK REALISTIK

DALAM PEMILU NETRALITAS ITU TIDAK REALISTIK

Infogunungkidul, WONOSARI, Sabtu Legi, –Dalam konteks pemilihan, baik pilkada maupun pilpres, TNI/Polri diharuskan netral. Dari sisi undang-undang, secara kelembagaan netralitas berlaku absolut. Tetapi secara personal, netralitas anggota TNI/Polri adalah tidak realistik. Termasuk dalam hal ini Aparatur Sipil Negara (ASN), juga Pegawai Negeri Sipil (PNS).

 

Seorang perwira tinggi TNI/Polri maju bertarung di arena pilkada atau pilpres.  Secara personal prajurit dilarang menaruh simpati/ empati. Tidak kebayang, larangan tersebut bakal digubris.

 

Legal formal, dukungan prajurit jelas tidak bisa dilaksanakan di bilik suara. Tetapi ketidaknetralan itu dirambatkan ke anak istri yang telah memiliki hak pilih dengan cara mengkampanyekan secara terbatas, bahwa pilihan harus diberikan kepada jendral yang sedang bertarung.

 

Ini sebuah persoalan rumit. Mengukur dan mengamati netralitas prajurit TNI/Pori bukan persoalan mudah. Lebih sulit lagi, mendeteksi kampanye terbatas.

 

Dengan alat macam apa penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu dan Panwaslu) mendeteksi kampanye terbatas yang secara nyata dilakukan jauh sebelum kampanye formal diperbolehkan.

 

Memilih pemimpin dari sebuah golongan (TNI/Polri) adalah persoalan kedekatan batiniah. Dalam terminologi politik hal ini sering disebut sebagai ikatan primordial.

 

Sebut saja saya adalah prajurit berpangkat kopral. Agus Harimurti Yudhoyono maju di pertarungan pilpres 2019. Anak istri termasuk kerabat dekat, pasti saya ajak untuk mendukung AHY.

 

Begitu pula misalnya saya seorang ASN / PNS. Karena selama kepemimpinan Presiden Jokowi gaji/ kesejahteraan selalu diperhatikan, maka pada pilpres 2019, secara personal saya berbicara kepada sanak saudara, dan tetangga untuk mendukung petahana.

 

Undang-Undang Pemilu tidak akan bisa menyentuh ikatan primodial sebagai sebuah pelanggaran. Kesimpulan saya, netralitas yang digembar-gemborkan selama ini berlaku hanya di ranah kelembagaan, dan tidak di lingkup personal.

 

Bambang Wahyu Widayadi.

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. PROMO JANUARI !!! Service lengkap berhadiah Plas Chamois/Discount 15% Syarat ketentuan berlaku (Selama persediaan masih ada)

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy, Pengencangan Wajah, Tiruskan dan Rampingkan Pipi, Wajah, Leher, Menghilangkan Kantung Mata Tanpa Operasi

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE