• Minggu, 18 November 2018
  • LOGIN
KTNA Tak Dipedulikan, Petani Produsen Padi Tak Menikati Keuntungan

KTNA Tak Dipedulikan, Petani Produsen Padi Tak Menikati Keuntungan

Infogunungkidul, 

PLAYEN, Senin Pon–Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) selaku tenaga penyuluh swadaya kurang diperhatikan Pemerintah. Sumari, Ketua KTNA DIY mengaku, kiprah penyuluhan selama ini dibiayai secara mandiri. Menyinggung tataniaga beras, dia menyatakan petani produsen tidak menikmati keuntungan.

“Anggota KTNA DIY tidak kurang dari 300 personil. Khusus Gunungkidul tercatat 60 orang, menyebar di 18 Kecamatan ” papar Sumari, (12/2).

Sebagai tenaga penyuluh swadaya, lembaga yang dipimpin, menurut Sumari tidak memperoleh fasilitas yang memadai. Sementara, kata Sumari, KTNA dianggap sebagai mitra pemerintah.

“Tetapi selama ini, guna keperluan pertemuan rutin, rapat kerja daerah, apa lagi rapat kerja nasional, KTNA mengeluarkan biaya patungan,” ujarnya.

Selaku Ketua KTNA DIY dia berharap, pemerintah peduli atas biaya operasional organisasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Dulu, tahun 2000-an, demikian jelas Sumari, personil KTNA pernah memperoleh semacam honorarium. Namun sesungguhnya yang utama bukan soal honor, roda organisasi harus tetap berjalan.

“Tanggal 28 Februari dua pekan lagi, KTNA Gunungkidul melaksanakan pertemuan awal tahun, di Desa Bleberan, Kecamatan Playen,” imbuhnya.

Diminta komentarnya soal tataniaga beras, Sumari menyayangkan, petani panen padi, pemerintah malah ambil kebijakan impor. menurutnya ini kebijakan yang menekan petani.

“Petani produsen tidak menikmati kenaikan harga. Praktis, daya beli mereka mandek,” tegasnya.

Agung Sedayu-ig


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE