Hasil Panen Makin Menurun, Si Nyonya Minta Diremajakan
  • Selasa, 21 Agustus 2018
  • LOGIN
Hasil Panen Makin Menurun, Si Nyonya Minta Diremajakan

Hasil Panen Makin Menurun, Si Nyonya Minta Diremajakan

Infogunungkidul, 

GEDANGSARI, Selasa Wage-Diberi nama "Si Nyonya", Panen buah Srikaya di Guyangan Lor, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Senin, (12/02). Terungkap, setiap tahun hasil panen menurun, warga minta peremajaan. Pasca panen, buah tidak tahan lama dan mudah busuk belum ada solusinya.

 
Dalam panen raya buah "Si Nyonya" ketua kelompok tani Guyangan Lor, Mujiono mengungkapkan bahwa puncak panen terjadi pada tahun 2015. Setiap KK bisa menikmati hasil Rp.30 juta bahkan ada yang mencapai Rp 50 juta sekali panen.
 
Namun semenjak tahun itu, menurutnya, panenan buah srikaya selalu menurun, hingga saat ini setiap KK rata-rata hanya mendapatkan hasil Rp.11 juta.
 
Dikatakannya, ada dua faktor penyebab menurunnya hasil panen. Diantaranya pada saat musim kemarau panjang pohon srikaya banyak yang mati, sehingga mengurangi jumlah batang pohon srikaya per KK. Kemudian pohon sudah terlalu tua, sehingga mengurangi hasil buah yang didapatkan dari setiap pohonya.
 
Oleh karenanya, kelompok penanam buah Srikaya seluas 18 hektar ini meminta supaya pemerintah dalam hal ini dinas terkait bisa memberikan solusi mengatasi dua faktor permasalahan tersebut. Diantaranya membantu meremajakan pohon srikaya dan membantu dalam hal penyediaan air.
 
Namun demikian, sambung Mujiono, yang tidak kalah pentingnya adalah mengatasi pasca panen. Karena pada saat panen berlimpah, sedangkan buah Si Nyonya ini tidak tahan lama dan mudah busuk, menyebabkan buah terbuang sia-sia. Sampai saat ini belum ada solusi. 
 
"Saya minta pelatihan membuat makanan olahan dari buah srikaya supaya buah itu bisa diolah menjadi makanan yang tahan lama," pintanya.
 
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Drs. H. Immawan Wahyudi, SH, MH, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Ir. Bambang Wisnu Broto, menyampaikan bahwa buah Srikaya tidak kalah dengan buah durian. Bahkan kelebihan buah srikaya tidak menimbulkan efek penyakit asam urat.
 
Dikatakan Immawan, kalau harga satu kilo Rp. 15.000,- ini bukan tambahan penghasilan lagi bagi petani, pendapatan yang luar biasa.
 
 

Immawan: Kalau petani konsisten, ini merupakan salah satu produk pertanian yang sangat menjajikan.

 

Terkait keluhan kelompok penanam srikaya, pemerintah akan mencari solusi bagaimana tercukupi ketersediaan airnya supaya setiap tahun bisa panen terus. Termasuk bekerja sama dengan LIPI, bagaimana mengolah makanan olahan dari buah Srikaya.
 
Panen raya buah Srikaya merupakan rangkaian safari panen raya yang dilakukan wakil bupati bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. Dalam satu hari memanen padi pada 4 lokasi dan 1 lokasi buah srikaya, di Kecamatan Gedangsari.
 
Reporter: W. Joko Narendro_ig


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE