• Selasa, 18 September 2018
  • LOGIN
Dua Tahun Pemerintahan Badingah-Immawan, Klaim Angka Kemiskinan Turun Hingga WTP

Dua Tahun Pemerintahan Badingah-Immawan, Klaim Angka Kemiskinan Turun Hingga WTP

Jumpa Pers Bupati Gununukidul di rumah makan Playen

Infogunungkidul, 

PLAYEN, Jumat Wage-Sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul pada 17 Februari 2016, Hj Badingah S.Sos-Dr Drs H Immawan Wahyudi MH melakukan berbagai gebrakan. Jika pada 2011 angka penduduk miskin jumlahnya 23,03%, namun pada akhir 2017 turun di 18,65%.

Menurut Sekda Kabupaten Gunungkidul, Ir Drajad Ruswandono, selama 2 tahun awal periode kepemimpinan Badingah Immawan, Kabupaten Gunungkidul telah mengalami perubahan positif yang cukup signifikan. Hal ini disampaikan dalam jumpa pers 2 tahun kinerja bupati dan wakil bupati di salah satu rumah makan di Playen, Kamis (22/02).

“Dukungan kinerja birokrasi yang semakin berkualitas menghasilkan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 2 tahun berturut-turut,” katanya.

Untuk meningkatkan kinerja birokrasi yang berkualitas, Bupati telah menunjuk agen-agen perubahan di masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Dengan meningkatnya kualitas kinerja birokrasi, harapannya membawa dampak positif bagi pelayanan publik.

 

Bupati Menunjuk Agen-Agen Perubahan di Masing-Masing OPD.

 

Selain itu, upaya pengentasan kemiskinan terus dilakukan diantaranya dengan mengedepankan pariwisata menjadi salah satu andalan meraup PAD.

Sejak pencanangan sejuta kunjungan wisatawan pada 2013, saat ini telah tembus 3,2 juta orang pada 2017. Dampaknya PAD dari sektor ini tembus Rp 26 milyar lebih. Hal ini diklaim mampu menurunkan angka kemiskinan sebesar 2%.

“Booming kunjungan wisatawan salah satu sektor yang mempercepat proses pengentasan kemiskinan,” tambah Drajad.

Untuk itu pembangunan insfrastruktur terus digenjot demi peningkatan fasilitas umum yang akan membuat wisatawan lebih mudah menjangkau destinasi-destinasi wisata unggulan di Gunungkidul.

“Untuk Jalur Jalan Lintas Selatan telah dilakukan pembebasan lahan Jeruk Wudel-Duwet sepanjang 11 km, Planjan-Tepus 13 km, dan lainnya. Target 2019 selesai dan 2020 sudah terbangun seluruhnya,” jelasnya.

Di zona utara adanya jembatan Sembada Handayani di Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk membuka akses ke Sleman lewat Gayamharjo, Prambanan.

Belum lagi upaya pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Prambanan-Gedangsari tembus langsung ke Gading, Playen. Keberadaan jembatan Watusigar, Ngawen diharapkan menjadi sarana penghubung utama jalur wisata zona utara.

Dengan adanya berbagai upaya pembangunan yang dilakukan, Bupati dan Wakil Bupati berharap dapat meraih Adipura sebelum masa pemerintahannya berakhir pada 2021.

Gaib Wisnu Prasetya-ig

 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE