• Senin, 16 Juli 2018
  • LOGIN
Kapolres Gunungkidul: Lestarikan Budaya Pencak Silat

Kapolres Gunungkidul: Lestarikan Budaya Pencak Silat

AKBP Ahmad Fuady, S, SIK, MH memberikan ceramah (Foto: ig/joko)

 

NGLIPAR, MINGGU KLIWON, infogunungkidul.com -Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, SH. SIK, MH, dalam ceramah pengajian menyambut Festival Koreografi Pencak Silat di Balai Budaya Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Sabtu malam, (14/04), menghimbau untuk melestarikan pencak silat sebagai budaya asli Indonesia.

Himbauan Kapolres bukan tanpa dasar, lantaran saat ini para generasi muda justru banyak yang tergiur dengan budaya luar negeri.

"Generasi muda justru seneng take wondo, kungfu, judo, karate, tetapi lupa dengan budaya kita sendiri," Fuady mencontohkan.

Dia juga menceritakan, pada awal-awal bertugas di daerah Banten selama 9 tahun, ditugaskan pimpinannya untuk mengkaji Jawara. Apa itu Jawara, kenapa musti ada jawara, setelah dia selidiki, ternyata Jawara itu berasal dari kata juwara. Juara itu orang-orang yang hebat yang berada di pesantren-pesantren.

"Tugasnya mengawal kyai, ulama, santri dan pesantren," jelasnya.

BACA JUGA: Sat Reskrim Polres Gunungkidul Berhasil Amankan Pelaku Judi Togel

Untuk daerah jawa barat, khususnya daerah Banten seni beladiri pencak silat sudah membudaya dan sangat terkenal. Ia berharap di Daerah Istimewa Yogyakarta juga bisa melestarikan budaya pencak silat.

Selain itu, tambahnya, seni hadroh pun juga asli dari Indonesia yang perlu dipelihara, hadroh bukan berasal dari arab. Pengajian yang dihadiri ratusan warga masyarakat tersebut, Ahmad Fuady juga membeberkan cara bersyukur kepada sang pencipta Allah SWT. Ungkapan rasa bersyukur, menurutnya ada 3 cara, dengan ucapan, hati, dan pelaksanaan.

"Bersyukur dengan pelaksanaan salah satunya dengan melaksanakan perintahnya, meninggalkan larangannya dan melakukan perbuatan amal sholeh," pungkasnya.(Joko)

BACA JUGA: Operasi Cipkon, Polisi Berhasil Amankan Puluhan Botol Ciu


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE