• Selasa, 18 September 2018
  • LOGIN
Polemik Pengisian Perangkat Desa Beji, Kades Menyatakan Tidak Tahu

Polemik Pengisian Perangkat Desa Beji, Kades Menyatakan Tidak Tahu

Kantor Kepala Desa Beji Kecamatan Ngawen (Foto: ig/ag)

 

NGAWEN, MINGGU KLIWON, infogunungkidul.com -Kades Menyatakan tidak tahu atas polemik serta dugaan indikasi kecurangan pelaksanaan ujian pengisian jabatan Kepala Seksi Pelayanan (Kasipel) Desa Beji Kecamatan Ngawen. Hal tersebut disampaikan oleh Kapala Desa Beji Suparno, S. Sos, Jumat (13/04).

Ditemui infogunungkidul di kantornya, Suparno menjelaskan, terkait adanya protes 3 peserta ujian Kasipel beberapa waktu lalu sampai sekarang pihaknya belum mengetahui secara resmi.

Meskipun demikian, dia mengakui bahwa isue tersebut memang ada. Karena surat aduan langsung dilayangkan ke-Camat, Pemdes Beji saat ini hanya menunggu langkah yang akan diambil pihak Kecamatan.
BACA BERITA TERKAIT: Tak Puas Dengan Proses Ujian Kasipel Desa Beji, 3 Peserta Layangkan Surat Pengaduan
Lebih lanjut Suparno menyampaikan, hingga hari Jumat siang (13/04) dirinya belum ada panggilan untuk menghadap Camat terkait persoalan aduan dari peserta ujian Kasipel Desa Beji.


"Kita hanya menunggu dari pihak kecamatan, karena Camat adalah atasan kami selaku kepanjangan tangan bupati," ujarnya.

Meskipun dirinya sebagai penanggung jawab atas pelaksanaan pengisian Perangkat Desa, Suparno enggan memberikan komentar banyak. Dia juga menyayangkan bila memang ada protes mengapa tidak ke Pemerintah Desa tetapi justru ke Kecamatan.

Dalam penjelasannya Suparno menyatakan, mulai dari proses pembentukan panitia penjaringan dan penyaringan hingga proses pelaksanaan ujian semua berjalan lancar dan telah sesuai prosedur regulasi yang ada.


"Kepanitiaan semua unsur lembaga desa telah kita ambil, berikut tim penguji juga dari tokoh masyarakat kita libatkan, kini ada protes setelah semua di umumkan hasilnya, ya kita nunggu saja langkah Pak Camat nantinya," ungkapnya.

Meskipun persoalan protes peserta ujian belum sepenuhnya ada titik terang namun sesuai jadwal rencana pelantikan Kasipel akan tetap dilaksanakan pada Kamis (19/04) mendatang.

Sementara itu Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perhutani Gunungkidul, Nunung Nur Cahyo memberikan komentar atas persoalan pengisian jabatan Kasipel Desa Beji, apabila semua dugaan serta protes yang disampaikan peserta benar adanya harus ada pelaksanaan ujian ulang.


"Itu ada pidananya karena penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan bila 4 poin protes peserta benar adanya," tegasnya. (Ag-ig)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE