• Sabtu, 20 Oktober 2018
  • LOGIN
Punya Suami Imut-Imut, Istri Gugat Cerai

Punya Suami Imut-Imut, Istri Gugat Cerai

ilustrsari (ist)

 

WONOSARI-KAMIS LEGI-infogunungkidul.com-Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Seperti janji politikus ikut Pilkada, Heru, 36, siap melayani istri di ranjang 3 kali dalam seminggu. Tapi prakteknya, tiga bulan menikah hanya disentuh lima kali, itu pun tak memuaskan. Kecewa dengan pelayanan belum lima menit ditopang “burung” suami yang berukuran mini nan imut-imut, Maryani, 30, menuntut cerai di PA Wonosari, maunya talak 3 saja sekaligus.

Setiap wanita mendambakan suami yang ganteng, kaya, punya status sosial yang mapan dan membanggakan. Tapi tak semua target itu bisa tercapai, karena menusia memang bukanlah makhluk yang sempurna. Ada kelebihan dengan segala kekurangannya masing-masing. Ada yang ganteng, tapi kantongnya kosong bin bokek. Ada yang orangnya jelek, tapi pintar mencari uang. Paling celaka adalah, sudah tampang amburadul, jelek pula peruntungan rejekinya.

Heru yang tinggal di Kotagede, Yogyakarta ini bukan tipe seperti itu. Dia nyaris jadi lelaki sempurna. Ganteng, gagah kaya Raden Arjuna, kulit bersih, berkumis tipis, kaya raya dan bekerja dalam posisi wakil direktur perusahaan bonavid, bukan PT abal-abal yang tak jelas THR-nya menjelang Lebaran. Sayangnya, meski jadi pria idaman, ternyata hingga umur 35 tahun belum juga menikah. Bagaimana mau menikah, lha wong pacar juga tidak punya.

Keluarga yang prihatin kemudian memperkenalkan dengan Maryani, gadis asal Wonosari, Gunungkidul. Bekerja sebagai pegawai bank swasta di Yogyakarta juga. Maryani kali pertama melihat Heru, langsung terpesona. Maka walaupun sifatnya dijodohkan, tanpa menunggu lama, Maryani justru yang mendesak segera dinikahi biar segera bisa eksekusi setelah resmi berkoalisi.

Saat pacaran selama beberapa bulan dalam rangka penjajakan dan penyesuaian, Heru beberapa kali mengajaknya jalan ke tempat-tempat wisata diseputaran DIY Jateng. Maryani yang sudah ngebet punya suami ganteng, gagah nan kaya pernah nawari supaya Heru kasih “DP” dulu alias hubungan intim sebelum nikah. Tapi Pak Wadir itu menolak dengan alasan takut dosa dan dilaknat Allah SWT.

“Nanti saja kalau sudah resmi, kamu akan kuhubungi seminggu 3 kali. Setiap malam juga nggak apa-apa,” janji Heru meyakinkan.

Tentu saja Maryani tambah respek pada bakal suaminya ini, berarti lelaki ini typikal orang alim, taat ibadah, dan takut Tuhan. Sebab dewasa ini, yang namanya oknum ustadz justru di sana sini “ngebon” santrinya sebelum dinikahi seakan tidak takut dosa. Lha kok ini malah berkebalikan dengan oknum ustadz tersebut ? Wah, ini layak jadi suami teladan. Nantinya lelaki model begini musti anti punya WIL dan matanya tak jelalatan lihat perempuan lain, apalagi poligami ? Oh no way !!

Tapi apa yang menjadi bayangan Maryani meleset total. Setelah resmi menikah bahkan resepsi besar-besaran di gedung ternama, dia tak bisa menikmati masa-masa indah pengantin baru itu. Meski diisi dengan liburan ke Bali segala, Heru ternyata tak bisa berbicara banyak di atas ranjang.

Katanya lelaki normal, tapi “burung” miliknya terlalu imut-imut, bila tak mau disebut sebagai asesoris belaka. Karenanya di atas ranjang sangat mengecewakan, masa baru dua tiga kali kabrukan sudah langsung letoi dan berceceran kemana-mana ? Kan payah namanya ? Bahkan janji seminggu tiga kali untuk berhubungan intim, juga hanya retorika belaka.

Rumahtangga dibangun kan juga mendambakan hadirnya keturunan. Jika suami model begini, begituan saja tidak bisa, bagaimana bisa punya anak yang sehat dan kuat ? Wong suami punya penyakit plek, bukan plek paru-paru sih, hanya ‘plek !’ langsung ‘curr’. Mumpung belum terlambat, Maryani segera menggugat cerai ke Pengadilan Agama. Di depan majelis hakim tanpa malu-malu Maryani cerita bahwa “burung” suami tak lebih dari 5 cm. Diameternya juga tak kalah memprihatinkan,

“Hanya lebih besar sedikit dibanding pensil 2 B ! Saya minta langsung talak tiga saja Pak.” pinta Maryani kesal.

Heru yang ada di sampingnya hanya tersipu-sipu ditelanjangi istri di depan majelis hakim. Untuk menutupi rasa malu, dia pura-pura sibuk main HP android. Sepertinya dia pasrah bila Maryani menuntut cerai, karena kondisi fisiknya memang begitu, hanya 5 cm baik pagi, siang, sore maupun malam.

Kaso saja nggak hanya 5 cm, tapi 5/7 sehingga bisa dibuat usuk rumah, kok punyamu kelewat memprihatinkan to Ru....Heru.

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE