Hamili Wanita Lajang Dukuh Menolak Menikahi, Berujung Damai

Hamili Wanita Lajang Dukuh Menolak Menikahi, Berujung Damai

GEDANGSARI-Rabu Legi-infogunungkidul.com - Kasus Dukuh Nglengkong, Desa Serut, Kecamatan Gedangsari SGT, (42) menghamili STW, (22) warga RT 02/12, Dusun Jombor, Desa Jabung, Gantiwarno, Klaten, berujung damai. SGT mengakui perbuatannya, namun tetap tidak mau menikahi, dengan alasan sudah punya anak dan istri.

*MASTER FEDORA*

Rajanya Ayam Geprek
*Kreatif-Inovatif*
Aneka menu *Maak Nyuuss*
Sentuhan tangan handal Chef Nasional berpengalaman Internasional

Tersedia paket untuk acara:
*Pesta Sambel Bawang*
*Rapat*
*Reuni*
*Pesta pernikahan*
*Pesta Ulang Tahun*
Arisan

Tempat nyaman free wifi, fasilitas parkir terluas di Gunungkidul. Harga terjangkau tidak takut kantong kempes.

*KHUSUS BULAN PUASA*:

DISEDIAKAN

TAKJIL GRATIS 

Buka 14.00-22.00.WIB

Jl. Wonosari-Panggang KM 24, Jetis Saptosari Gunungkidul.
*HP. 087 780 043 215*

Kasus SGT dan STW sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan perjanjian antara kedua belah pihak yang dibuat di Dusun Jombor, Desa Jabung.

Inti perjanjian kesepakatan tersebut ada 4 poin. Pertama SGT bersedia memberikan kompensasi berupa uang sebesar Rp. 5 juta kepada STW. Kedua, SGT menanggung biaya kelahiran dan alat perlengkapan bayi. Ketiga, SGT menanggung biaya tambahan seperti kontrol, baik ibu maupun anaknya ke rumah sakit. Keempat, SGT mengakui perbuatannya, jika lahir anak perempuan dan sudah mau menikah, dia (SGT) siap menjadi walinya.

Surat perjanjian kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak (SGT dan STW) tersebut dibenarkan Kepala Desa Serut, Suyono, Selasa, (15/05).

"Pemerintah Desa Serut memang sudah menerima surat tembusan tentang surat perjanjian kesepakatan tersebut," ujar Suyono.

Menurut dia, perangkatnya tidak mau menikahi wanita yang sudah hamil 8 bulan tersebut, karena pada waktu mediasi di Balai Desa Serut, SGT beralasan sudah punya anak dan istri. Dan permasalahannya akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Ditanya sanksi perangkat yang melakukan tindak asusila, tetap akan diberikan sanksi, namun harus dengan minta pertimbangan semua pihak.

"Minggu depan akan kita bentuk tim untuk menangani kasus Dukuh Nglengkong ini. Sanksi apa yang akan diterapkan, tergantung tim nanti," tegas Suyono.

Sementara itu tokoh Padukuhan Nglengkong yang tidak mau disebut namanya mengatakan, menunggu hasil sanksi dari Kepala Desa Serut.

"Jika Kadus tidak diberikan sanksi, maka beberapa tokoh masyarakat akan mendatangi balai Desa Serut," ucapnya.

Desas-desus di masyarakat, jika Kadus Nglengkong tidak dijatuhi sanksi, justru masyarakat dusun Nglengkong akan menggugat 3 hal.

Pertama, tentang perbuatan asusila; kedua, pembayaran PBB yang tidak disetor mulai tahun 2013, 2016, dan 2017; dan ketiga Dukuh Nglengkong dianggap tidak bermasyarakat.

(Joko)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE