Puskesmas Girisubo Sewa Menyewa 0%, Muncul Wacana Ruislag Setelah Beroperasi
  • Senin, 20 Agustus 2018
  • LOGIN
Puskesmas Girisubo Sewa Menyewa 0%, Muncul Wacana Ruislag Setelah Beroperasi

Puskesmas Girisubo Sewa Menyewa 0%, Muncul Wacana Ruislag Setelah Beroperasi

Foto: Puskesmas Girisubo (INFOGK/ag) 

 

GIRISUBO - INFOGUNUNGKIDUL.com

SENIN WAGE—Status tanah kas desa yang beralih fungsi untuk gedung Puskesmas Girisubo ternyata sewa menyewa dengan biaya 0%. Sedangkan untuk tukar guling sifatnya masih wacana dan belum terwujud. Anehnya wacana tukar guling sendiri muncul baru-baru ini setelah bangunan berdiri dan beroperasi.

Baca:
Terkait Puskesmas Girisubo Kades Bilang Tukar Guling, Dinkes Katakan Sewa Menyewa

Menurut Sugondo Kepala UPT Puskesmas Girisubo, pihaknya menyewa lahan tanah kas Desa Tileng untuk dibangun gedung Puskesmas, namun selama berapa tahun menyewa ia belum bisa menjawab pasti.

“Hingga saat ini kami belum menerima tagihan dari desa yang harus kami bayar berapa. Yang jelas PBB tanah yang kami tempati itu menjadi kewajiban kami,” tegasnya.

Foto: Sugondo Kepala UPT Puskesmas Girisubo (INFOGK/ag)

Pada tahun kemarin, lanjut Sugondo, dia diminta untuk mencari lahan pengganti untuk Puskesmas Jerukwudel yang akan terkena gusur JJLS. Maka dipilihlah tanah lapang yang ada di Desa Tileng untuk didirikan Puskesmas Girisubo yang baru.

“Semua surat-surat pendukung dari desa sudah ada, maka dibangunlah gedung Puskesmas yang baru menggunakan dana bagi hasil pajak rokok,” jelasnya.

Sedangkan untuk tukar guling akibat Puskesmas Jerukwudel terkena gusur JJLS, Sugondo mengaku itu bukan ranahnya lagi. Bidang Asset DPPKAD Pemkab Gunungkidul yang lebih berwenang untuk mengurus lebih lanjut.

Sementara itu Kepala Desa Tileng Supriyadi, mengaku tidak tahu jika pelepasan tanah kas desa yang semula untuk Lapangan Waru menjadi Puskesmas Girisubo harus seizin Gubernur.

Baca:
Gedung Puskesmas Terlanjur Beroperasi di Atas Tanah Kas Desa, Kades Ngaku Belum Kantongi Ijin

“Faktanya banyak, itu untuk Gedung Balai Penyuluh Pertanian dan sebagainya kan juga tidak ada izin Gubernur. Jadi saya rasa yang butuh mengantongi izin itu pihak Puskesmas, dan dari kami cukup surat pengantarnya serta izin BPD maupun lingkungan,” katanya.

Sebelum dibangun gedung Puskesmas, Supriyadi mengaku sudah melalui serangkaian musyawarah dengan pejabat Pemkab Gunungkidul dari lintas instansi. Setelah disepakati bahkan pematokan lahan sudah dilakukan, baru ada salah satu instansi yang menyinggung masalah izin Gubernur.

“Lha kalau seperti itu yang salah siapa? Mereka atau kami di desa? Kenapa setelah dipatok lahannya baru ditanyakan izin Gubernurnya,” tanya Supriyadi dengan nada tinggi.

Padahal, sambung Supriyadi, keberadaan gedung Puskesmas Girisubo menjadi rebutan banyak desa antara lain Nglindur, Karangwuni, Jepitu dan lain-lainnya. Maka pihaknya berupaya mempertahankan agar gedung tersebut jadi dibangun di wilayah Tileng.

Foto: Puskesmas Girisubo tampak depan (INFOGK/ag)

Di sisi lain untuk penentuan sewa lahan yang disepakati antara Pemdes Tileng dengan UPT Puskesmas Girisubo sifatnya 0% atau belum ada standart harga yang mengikat. Menurutnya standart sewa menyewa lahan agar seragam dan tidak timbul polemik mestinya yang mengeluarkan pihak Pemkab Gunungkidul.

“Jadi kalau hari ini harus memperbaharui kontrak sewa, saya tidak akan melakukan sebelum ada standart harga yang dikeluarkan Bupati,” tegasnya.

Maka untuk menentukan sewa menyewa Lapangan Waru menjadi Puskesmas Girisubo, Pemdes Tileng menerapkan aturan sewa 0% atau 0 rupiah selama 20 tahun berdasarkan konsideran yang berlaku. Sedangkan untuk proses tukar guling atau ruislag masih menjadi wacana setelah gedung Puskesmas Girisubo berdiri megah. (Gb/ig)

 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE