• Jumat, 14 Desember 2018
  • LOGIN
Cerita Pilu Korban DC, Uang Hilang Motor Melayang

Cerita Pilu Korban DC, Uang Hilang Motor Melayang

WONOSARI - INFOGUNUNGKIDUL.com 

JUMAT PAHING—Mengulik kisah oknum debt collector (DC) kepada nasabah leasing seringkali menyisakan duka. Bermodal data nasabah yang nunggak angsuran, oknum DC berbuat sewenang-wenang. Leasing melalui DC bak rentenir menghisap darah korbannya sampai habis tak bersisa. Banyak yang selamat hingga angsurannya lunas, namun tak sedikit yang uangnya hilang motor tetap melayang.


Diceritakan pasangan suami istri Tukino Maryati, warga Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari yang pernah menjadi korban kekejaman oknum DC saat kredit sepeda motor Suzuki Smash. Dia kena bujuk manis sales hingga merelakan motor tuanya menjadi uang muka.

“Motor dipakai agunan plus saya dikasih uang satu juta rupiah. Dikirimlah Suzuki Smash dengan angsuran Rp 390.000,-/bulan dengan masa kredit 3 tahun,” katanya.

Karena tidak tahu seluk beluk kredit, Tukino enteng saja menanda tangani akad kredit dengan leasing. Dia juga tak diberikan salinan akad kredit utang piutang tersebut. Tahun pertama dan kedua dirinya lancar mengangsur kepada pihak leasing.

“Namun pada tahun ketiga saya kena musibah sakit hingga mondok. Ekonomi keluarga lumpuh otomatis angsuran motor terbengkelai. Dan pihak leasing nggak mau tahu, angsuran tetap harus dicicil,” urainya.

Jadilah rumah Tukino bak neraka lantaran kerap disatroni oknum DC bertato dan bertampang sangar. Tak segan-segan oknum DC itu berteriak-teriak saat menagih hingga terdengar tetangga. Hal ini membuat pasutri Tukino Maryati benar-benar tertekan secara ekonomi maupun psikis.

“Para DC itu baru mau pergi jika sudah dikasih uang barang seratus dua ratus ribu. Dalihnya untuk ongkos transport, jika dihitung-hitung uang yang keluar untuk ongkos transport DC sudah lebih mahal dibanding angsuran yang harus saya bayar,” tambahnya.

Jika tak diberi apa yang diinginkan, sambung Maryati, oknum DC tak segan mengancam akan menarik motor atau barang apapun yang masih berharga. Dalam keadaan tertekan Maryati terpaksa mencari pinjaman uang barang seratus dua ratus ribu ke tetangga sekedar untuk memberi ongkos transport oknum DC.

“Ongkos transport itu katanya hanya bunga dari angsuran, otomatis angsurannya menjadi semakin banyak menumpuk. Tak ingin berat akhirnya motor itu tahun kemarin kami lepas kembali ke tangan leasing dan uang angsuran selama sekian tahun lenyap tak bersisa,” keluhnya.

Maryati berharap, polisi bisa bertindak tegas dalam menegakkan hukum dan memberantas aksi premanisme seperti yang dilakukan oknum DC. Dia menilai tindakan oknum DC seperti perampok atau maling yang tak segan melakukan aksi premanisme kepada nasabah leasing. Hal itu tentunya merugikan rakyat kecil seperti dirinya. (gaib/ig)

 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE