• Minggu, 18 November 2018
  • LOGIN
Jaringan Pipa PDAM Terpasang, 350 KK di Giriwungu Tetap Krisis Air Bersih

Jaringan Pipa PDAM Terpasang, 350 KK di Giriwungu Tetap Krisis Air Bersih

Salah satu warga menunjukan kran PDAM yang tidak keluar air

 

PANGGANG - INFOGUNUNGKIDUL.com 

SELASA PAHING - Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Gunungkidul dikeluhkan warga Desa Giriwungu Kecamatan Panggang. Meskipun telah lama dibangun jaringan pipa, masyarakat pelanggan belum bisa menikmati pelayanan air bersih dari PDAM.

Akibat buruknya pelayanan PDAM, tidak kurang dari 350 Kepala Keluarga (KK) di Padukuhan Pejaten, Klepu, dan Pudak, Desa Giriwungu Kecamatan Panggang mengalami krisis air bersih.

Kepala Desa Giriwungu, Tulus menyampaikan, di wilayah desanya sudah terpasang jaringan pipa PDAM sejak lama, namun air bersih yang diharapkan masyarakat tidak mengalir hingga saat ini.

Kran PDAM tak berfungsi

Dirinya merasa kesal kepada pihak PDAM Tirta Hadayani, berulangkali melaporkan persoalan jaringan pipa air yang tidak mengalir, namun belum mendapat tanggapan serius dari PDAM.

"Melapor secara lisan, dan langsung ketemu petugasnya sudah sering dilakukan warga, bahkan saya sendiri juga langsung menyampaikan hal itu ke petugas PDAM Panggang, namun hingga kini jaringan pipa PDAM tidak berfungsi memberi manfaat pada masyarakat," jelasnya, (04/09).

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini warga untuk mendapatkan air bersih harus membeli dari armada tangki. Harganya juga cukup tinggi, untuk armada tangki kapasitas 5000 liter, warga harus merogoh kantong Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung jarak dan medan tempat tinggal warga tersebut.

"Kita berharap peran pemerintah daerah untuk membantu menghadapi permasalahan ini, percuma ada jaringan pipa PDAM bila aliran airnya tidak bisa dinikmati masyarakat," ungkapnya kesal.

Menurut Tulus, volume air 5000 liter sangatlah sedikit apalagi jika warga memiliki jumlah keluarga yang besar, belum lagi untuk keperluan ternak dan lainnya.

"Selama musim kemarau warga saya banyak yang menjual ternak ataupun kayu hanya untuk mendapatkan air bersih, bayangkan bila dalam keluarga ada 5 orang saja, apakah cukup air 1 tangki untuk 1 bulan?," ungkapnya.

Tulus juga menyayangkan sikap PDAM Tirta Handayani yang tidak merespon keluhan masyarakat, bila memang sumber airnya kurang mengapa tidak dicari solusi lain atau bila adanya kerusakan mesin apakah dibiarkan, sehingga jaringan pipa tidak memberikan manfaat.

Berdasarkan catatan Tulus, air PDAM tidak mengalir sejak bulan Juni 2018. Hingga berita ini di lansir belum ada pihak PDAM Tirta Handayani yang memberikan penjelasan terkait kendala tidak dapat mengalirnya pasokan air bersih di wilayah tersebut. (Ag/ig)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE