• Sabtu, 20 Oktober 2018
  • LOGIN
DIY Penyandang Gangguan Jiwa Berat, Tertinggi di Indonesia

DIY Penyandang Gangguan Jiwa Berat, Tertinggi di Indonesia

WONOSARI-INFOGUNUNGKIDUL.com- 

RABU PON-Seminar Nasional Hari Kesehatan Mental Sedunia diadakan di Bangsal Sewoko Projo, Rabu (10/10). Tingkat gangguan jiwa berat atau psikotik di DIY paling tinggi di Indonesia.

BACA JUGA:

Yossa Nainggolan, Master of Public Policy (The Indonesian Institute Jakarta), membeberkan data. Tahun 2013 menunjukan bahwa tingkat ganguan emosional d Propinsi DIY mencapai 8,1%, angka nasional sebesar 6%.

Berdasarkan hitungan permil, tingkat gangguan jiwa berat atau psikotik di DIY berada di angka 2,7%.

"Ini merupakan yang tertinggi di Indonesia," terangnya, (10/10).

Hasil didiagnosa penderita psikotik yang menerima perawatan kesehatan dengan fasilitas yang ada, hanya 10%.

Data baseline pusat rehabilitasi Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) tahun 2016, di 3 Kabupaten terpilih di DIY jumlah orang yang disabilitas psikososial (ODP) 326 orang. Jumlah tersebut terbagi di wilayah puskesmas Sleman, dan Godean 1, 121 orang, wilayah puskesmas Wates dan Temon 1, sejumlah 81 orang, dan wilayah Puskesmas Wonosari 1 dan Wonosari 2, 124 orang.

Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul Dapil 3

Sebagian besar ODP tanpa pengobatan 69,09%, tidak memiliki aktivitas ekonomi produktif 65,6% dan yang tidak terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan 60%.

Menurutnya, di tingkat kebijakan, penanganan ODP masih bersifat sektoral, belum sistimatik. Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu adanya pemberdayaan ODP berbasis masyarakat dan lintas sektoral agar mampu hidup mandiri, berpartisipasi aktif di masyarakat.

Sebenarnya, penanganan kesehatan mental bukan menjadi ranah medis saja, namun juga menjadi isu sosial yang seharusnya menjadi perhatian bersama. Oleh sebab itu, sejak tahun 2017 pusat rehabilitasi YAKKUM dengan dukungan dari lembaga Internasional CBM hadir di 3 wilayah, Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul.

YAKKUM melaksanakan proyek kesehatan mental berbasis masyarakat bagi orang dengan gangguan jiwa paska pulih atau disebut sebagai orang disabilitas psikososial.

Direktur Pusat Rehabilitasi Yakkum (PRY) Arshinta, mengungkapkan, penyandang disabilitas psikososial tidak mudah terlihat, sehingga kemungkinan untuk hak dasarnya terabaikan.

Selain itu, minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat umum mengenai kesehatan mental menjadi keprihatinan tersendiri.

Dalam seminar para peserta berasal dari Dinas Kabupaten Gunungkidul, Kulonprogo, Sleman, dan lembaga sosial, pemdes, organisasi keagamaan, pengusaha lokal, penyandang disabilitas psikososial. (Joko)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE