• Kamis, 15 November 2018
  • LOGIN
Langgar Tatib, Cakades Ajukan Keberatan

Langgar Tatib, Cakades Ajukan Keberatan


WONOSARI - INFOGUNUNGKIDUL.com 

SELASA KLIWON-Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Siraman Kecamatan Wonosari (13/10) silam menyisakan persoalan serius. Panitia Pilkades ditengarai melanggar Tata Tertib (Tatib) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 112 tahun 2014. Atas pelanggaran tersebut salah satu peserta Calon Kepala Desa (Cakades) melayangkan surat keberatan.

Baca juga:

Surat keberatan disampaikan oleh peserta Cakades nomor urut 5, Santi Supraptiwi, A.Md.Kep kepada Panitia Pilkades Desa Siraman pada tanggal 15 Oktober 2018.

Dalam suratnya Santi membeberkan kecerobohan dan sikap tidak profesional yang dilakukan oleh Panitia. Jelas dikatakan oleh ketua Panitia Pilkades Desa Siraman pada acara pembekalan calon dan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) , bahwa pemilih yang berhak mencoblos adalah warga masyarakat Desa Siraman yang masuk dalam DPT, dan mendapatkan undangan pencoblosan. Meskipun warga setempat namun jika tidak mendapat undangan tidak berhak untuk mencoblos.

Pelaksanaan di lapangan, pada saat hari H pemilihan, Panitia Pilkades meloloskan dan memberikan undangan serta surat suara kepada warga Desa Siraman yang nyata-nyata tidak masuk DPT.

Kepada INFOGUNUNGKIDUL.com, Santi menyampaikan, ia melayangkan surat keberatan kepada Panitia Pilkades sebagai bentuk untuk menegakkan aturan dan perundangan yang telah ditetapkan.

Dia menilai, pelaksanaan Pilkades yang dilaksanakan di Desa Siraman cacat hukum, serta harus dilakukan Pilkades ulang.

"Jadi harap dipahami, saya mengajukan keberatan atas pelaksanaan Pilkades Siraman, bukan karena saya kalah tetapi saya ingin mengajak seluruh warga Siraman untuk taat dan paham terhadap aturan. Apabila aturan dilanggar sama artinya melawan hukum, sehingga tuntutan saya, Pilkades Desa Siraman harus diulang," tegasnya, (06/11).

Baca juga:

Atas surat keberatan yang dilayangkan Santi, Panitia Pilkades Siraman telah menanggapi dan memberikan surat balasan tertanggal 16 Oktober 2018. Surat yang ditanda tangani ketua Panitia Pilkades Siraman, Tunggono dalam jawabannya poin nomor 2 menyampaikan, Panitia Pilkades Desa Siraman tahun 2018 mengakui dan memohon maaf atas kekhilafan yang terjadi selama pelaksanaan pemungutan suara.

Menanggapi hal tersebut, Santi menyatakan, sebagai manusia dia telah memberikan maaf bahkan sebelum pihak Panitia Pilkades Siraman meminta. Namun demikian dia menegaskan, aturan harus tetap dijalankan.

Saat ini dirinya juga telah melayangkan surat kepada Ombusdman RI perwakilan DIY. Selain itu dia juga menyiapkan berkas-berkas untuk mengajukan PTUN.

Sementara itu ketua BPD Desa Siraman Sukadi menyatakan, benar adanya Siraman memang ada persoalan saat pelaksanaan Pilkades yang lalu, namun demikian dia berharap agar semua pihak bisa menerima hasilnya. Diapun menjelaskan upaya secara musyawarah kekeluargaan telah dilakukan.

"Kita telah melaporkan semua persoalan kepada Camat Wonosari, kepada pihak Kabupaten Gunungkidul melalui DP3AKBPM&D dan semua pihak terkait. Harapan kami semua bisa diselesaikan secara baik-baik, ini adalah desa kita tempat kita, apa iya kita harus berbuat yang tidak baik untuk desa sendiri," jelasnya.

Lebih lanjut ketika ditanya terkait sidang penetapan calon Kades terpilih, Sukadi menyampaikan telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, hanya saja saat ini dia tidak bisa menunjukkan arsip berita acara dan lainnya karena ada di kantor desa.

Apa yang disampaikan Sukadi terkesan janggal karena saat dilakukan penelusuran data ke Balai Desa Siraman, Pj Kades Siraman Wasdani, S.IP menyatakan sampai saat ini pihaknya belum mendapat tembusan ataupun salinan berita acara penetapan calon Kades terpilih.

"Setahuku sampai hari ini saya belum mendapat tembusan ataupun salinan terkait penetapan calon terpilih, tetapi tidak tahu bila sekretariat, coba saja cek nanti," ungkapnya, (05/11)

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Desa Siraman Tri Mulatsari menyampaikan, bahwa hingga hari ini pihak sekretariat desa belum mengetahui dan menerima berkas salinan berita acara penetapan calon Kades terpilih.

"Demi Allah, sungguh tidak pernah menerima, diajak rapat saja tidak," pungkasnya.

(Red)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE